Dari Komputasi hingga Laboratorium
Penelitian diawali dengan analisis berbasis komputer untuk mempelajari kemungkinan interaksi senyawa dengan protein tertentu. Dari tahapan tersebut, tim memperoleh enam protein utama yang menjadi bagian dari dasar penelitian berikutnya.
Tim kemudian mengembangkan Nanoemulsi Doxycycline–Frankincense Oil (Dox–FO) di Laboratorium Biomedik I Fakultas Kedokteran UPR.
Formulasi yang dihasilkan selanjutnya dianalisis melalui sejumlah laboratorium dan institusi. Kolaborasi penelitian melibatkan BRIN, Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Indonesia, Universitas Tanjungpura, dan Universitas Airlangga.
Dalam salah satu pemeriksaan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, salah satu formulasi menunjukkan nilai transmitansi tertinggi 98,2 persen pada kondisi pengukuran yang dilakukan tim.
Tim juga mengirimkan sampel untuk menjalani uji sitotoksisitas dan uji migrasi di Lembaga Ilmu Hayati, Teknik, dan Rekayasa (LIHTR) Universitas Airlangga. Pengujian tersebut masih berlangsung.
Karena itu, Boswelli Research Team menegaskan hasil penelitian sejauh ini belum dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa nanoemulsi tersebut efektif sebagai obat atau terapi kanker.







