Shalahuddin Kawal Proyek Jembatan Sikan-Tumpung Laung

oleh
oleh
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT, didampingi Sekda, Drs Muhlis meninjau progres pembangunan Jembatan Sikan-Tumpung Laung di Kecamatan Montallat, Rabu (26/8).
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT, didampingi Sekda, Drs Muhlis meninjau progres pembangunan Jembatan Sikan-Tumpung Laung di Kecamatan Montallat, Rabu (26/8).

Targetkan Desa Sikan Segera Terang Benderang

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, terus mengawal ketat pembangunan lanjutan Jembatan Sikan-Tumpung Laung di Kecamatan Montallat. Infrastruktur strategis yang didanai lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ini, ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2028 mendatang.

Guna memastikan kelancarannya, Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT, bersama Sekretaris Daerah Drs Muhlis, unsur Forkopimda, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau langsung progres pembangunan di lokasi, Rabu (26/8). Shalahuddin menegaskan, jembatan ini bakal menjadi urat nadi perekonomian yang sangat menguntungkan bagi masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Montallat.

“Jika jembatan ini selesai, akses perekonomian masyarakat tentu akan terbuka lebar. Oleh karena itu, pembangunan ini harus kita kawal ketat bersama agar berjalan lancar, sesuai spesifikasi teknis, dan tepat target,” tegas Bupati Shalahuddin.

Berdasarkan data proyek di lapangan, pembangunan lanjutan Jembatan Sikan-Tumpung Laung ini, menelan dana APBD 2026 senilai Rp73,4 miliar. Proyek yang dikerjakan oleh PT Fikrindo Putra Jaya asal Tangerang Selatan dengan konsultan pengawas PT Laksana Disain Daya Cipta dari Bandung ini, memiliki masa pelaksanaan kerja selama 210 hari kalender.

Kehadiran jembatan penghubung dua wilayah ini, diyakini mampu memangkas jarak tempuh Muara Teweh–Palangka Raya menjadi hanya 4 hingga 4,5 jam. Akses yang lebih singkat tersebut, diproyeksikan bakal menekan tingginya biaya logistik, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga setempat.

Menariknya, dalam peninjauan tersebut, bupati secara khusus turut memboyong pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN). Langkah taktis ini, diambil guna mempercepat pemanfaatan akses jalan dan jembatan baru, untuk mobilisasi infrastruktur tiang listrik menuju desa-desa yang masih gelap gulita, salah satunya Desa Sikan.

“Makanya hari ini saya ajak pihak PLN melihat langsung. Harapan kita, di usia ke-81 kemerdekaan negara ini, warga di Desa Sikan juga harus merdeka dari kegelapan dan bisa merasakan aliran listrik 24 jam penuh,” tuturnya.

Menutup kunjungannya, Shalahuddin berkomitmen kuat, mendorong percepatan masuknya jaringan listrik sebagai kunci peningkatan kesejahteraan warga pelosok. “Insya Allah pada tahun 2029 nanti ulun (saya) datang langsung ke sini, listrik PLN sudah masuk. Ini adalah harapan kita bersama, mari saling mendukung dan mendoakan agar semua rencana pembangunan ini dapat terwujud dengan lancar dan aman,” pungkasnya. (ren/ko)