PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Barat (Kobar) perlu diwaspadai seiring kondisi cuaca yang semakin kering. Kawasan perkebunan kelapa sawit, terutama yang berada di lahan gambut, menjadi salah satu wilayah yang rentan terbakar.
Forecaster On Duty BMKG Kotawaringin Barat, Atira Indiani Pangastuti, mengatakan cuaca kering meningkatkan risiko karhutla karena lahan, semak, dan material organik kehilangan kelembapan sehingga lebih mudah terbakar.
Menurut Atira, El Nino tidak secara langsung menyebabkan kebakaran, tetapi dapat menciptakan kondisi atmosfer yang lebih kering dan mengurangi pembentukan awan hujan. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan curah hujan sehingga vegetasi dan permukaan tanah menjadi lebih mudah kering.
“El Nino bukan berarti secara langsung menyebabkan terjadinya kebakaran, tetapi lebih berperan dalam menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung terjadinya dan meluasnya kebakaran,” ujar Atira, Sabtu (28/8/2026).
Risiko karhutla semakin tinggi pada perkebunan sawit di kawasan gambut. Api dapat merambat ke lapisan gambut di bawah tanah dan bertahan sebagai bara meski api di permukaan telah terlihat padam.
Selain faktor cuaca, aktivitas manusia seperti pembukaan dan pembersihan lahan dengan cara membakar juga berpotensi memicu karhutla. Kondisi lahan yang sangat kering membuat api lebih cepat menjalar dan kebakaran lebih sulit dipadamkan.
Atira mengimbau masyarakat dan seluruh pihak di kawasan rawan karhutla untuk tidak menggunakan api dalam membersihkan lahan. Pengawasan dan deteksi dini perlu diperkuat agar sumber api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran besar.(bud)







