Karhutla Kalteng Capai 7.634 Hektare, DPR Desak Pusat Segera Kucurkan Dana

oleh
oleh
Bambang Purwanto

PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) hingga akhir Agustus 2026 mencapai 7.634,46 hektare. Data tersebut berdasarkan analisis satelit Kementerian Kehutanan melalui SiPongi.

Kondisi ini mendapat perhatian Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Kalteng, Bambang Purwanto. Ia mendesak pemerintah pusat segera memperkuat penanganan karhutla, termasuk memberikan dukungan anggaran kepada pemerintah daerah.

Bambang mengatakan, keterbatasan fiskal daerah menjadi salah satu kendala dalam menangani karhutla. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat tidak cukup hanya berupa peralatan pemadam, tetapi juga harus mencakup dana operasional untuk menggerakkan personel dan tim terpadu di daerah.

“Harapan daerah tentu dukungan pusat, bukan hanya peralatan tetapi juga support dana untuk menggerakkan tim terpadu di daerah,” ujar Bambang, Jumat (28/8/2026).

Ia menilai penetapan status darurat karhutla oleh Pemprov Kalteng sejak 25 Mei 2026 sudah tepat. Namun, status tersebut perlu diikuti respons cepat pemerintah pusat melalui BNPB dan Kementerian Kehutanan.

Ancaman karhutla Kalteng juga diperkirakan masih berlanjut. Minimnya hujan sejak pertengahan Juli serta potensi puncak El Nino pada Oktober dikhawatirkan membuat kondisi lahan semakin kering dan rentan terbakar.

Bambang meminta pemerintah pusat tidak menunggu hingga kebakaran semakin meluas. Dengan luas lahan terbakar yang telah mencapai 7.634,46 hektare, ia menegaskan dukungan anggaran, peralatan, dan penguatan tim di lapangan perlu segera dilakukan.(bud)