Pangkalan Bun – Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, memburuk pada Senin (31/8/2026) pagi. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 bahkan sempat mencapai 300,3 µg/m³ dan masuk kategori berbahaya.
Berdasarkan pemantauan BMKG Kotawaringin Barat pada pukul 09.05 WIB, kualitas udara di Kobar dan sekitarnya berada dalam kategori tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 saat itu tercatat 77,9 µg/m³.
Kondisi tersebut mengalami peningkatan sejak Minggu (30/8/2026) malam. BMKG mencatat konsentrasi partikulat mulai meningkat sekitar pukul 23.05 WIB.
Konsentrasi tertinggi tercatat pada Senin pagi pukul 07.05 WIB. Saat itu, PM2.5 mencapai 300,3 µg/m³ dan masuk kategori berbahaya.
Dua jam setelah mencapai titik tertinggi, konsentrasi PM2.5 turun menjadi 77,9 µg/m³. Meski demikian, kondisi udara masih berada pada kategori tidak sehat.
Meningkatnya konsentrasi partikulat menjadi perhatian di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kobar. Asap dari kebakaran hutan dan lahan dapat berkontribusi terhadap penurunan kualitas udara.
Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin Barat, Ayu Istiqomah, S.Tr., mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan indeks kualitas udara untuk wilayah Kotawaringin Barat dan sekitarnya.
Kondisi udara yang tidak sehat hingga berbahaya dapat menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat perlu memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perubahan konsentrasi PM2.5 di wilayah Kobar dan sekitarnya. Kondisi kualitas udara dapat berubah mengikuti perkembangan di lapangan.
Masyarakat dapat memperoleh pembaruan informasi mengenai indeks kualitas udara melalui kanal informasi BMKG dan Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin Barat.







