Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan Satgas Karhutla Kobar memberikan perhatian khusus terhadap kawasan TNTP dan hutan Danau Masorain. Kedua wilayah tersebut dinilai memiliki arti penting bagi habitat, rehabilitasi serta penelitian orangutan.
Nurhidayah menegaskan penanganan kebakaran membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, aparat, perusahaan, masyarakat dan seluruh unsur terkait harus berkolaborasi untuk mencegah api meluas sembari menunggu dukungan helikopter water bombing BNPB.
“Orangutan dan manusia keduanya sama-sama penting untuk diselamatkan dari karhutla ini. Keterbatasan sarana prasarana bukan berarti tim tidak bisa berbuat. Dengan gotong royong seluruh komponen yang terlibat maka kesulitan dan kendala di lapangan akan dapat teratasi,” ujarnya.
Selain mengandalkan upaya pemadaman di lapangan, Bupati Kobar berharap hujan segera turun. Curah hujan dinilai dapat membantu membasahi lahan dan mengurangi kobaran api, terutama di lokasi yang sulit dijangkau petugas.
Dengan luas kebakaran yang telah mencapai sekitar 1.200 hektare, penanganan Karhutla Tanjung Puting kini berpacu dengan waktu. Upaya pemadaman tidak hanya ditujukan untuk menghentikan penyebaran api, tetapi juga melindungi ekosistem dan habitat orangutan di kawasan konservasi tersebut.(bob)






