Jalan Sampit-Samuda Makin Mulus, Fasilitas Keselamatan Didesak Ditambah

oleh
oleh
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, HM Rusdi Gozali (tengah) didampingi Sekretaris Komisi IV, H Sirajul Rahman, dan Anggota Komisi IV, Abdul Hafid meninjau progres pembangunan ruas Jalan Sampit–Samuda, di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (1/10).
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, HM Rusdi Gozali (tengah) didampingi Sekretaris Komisi IV, H Sirajul Rahman, dan Anggota Komisi IV, Abdul Hafid meninjau progres pembangunan ruas Jalan Sampit–Samuda, di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (1/10).

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Peningkatan infrastruktur ruas Jalan Sampit–Samuda, di Kabupaten Kotawaringin Timur perlahan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Meski demikian, mulusnya badan jalan dinilai belum cukup memberikan jaminan keselamatan, jika tidak dibarengi fasilitas pendukung seperti marka jalan, rambu lalu lintas, zebra cross, hingga lampu penerangan di titiktitik rawan kecelakaan.

Kondisi tersebut menjadi sorotan utama Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), saat meninjau langsung proyek fisik jalan provinsi tersebut pada Kamis (1/10). Para legislator mendesak, agar kebutuhan sarana pendukung keselamatan lalu lintas segera diakomodasi dan dimasukkan, dalam perencanaan pembangunan Tahun Anggaran 2027.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, HM Rusdi Gozali, menegaskan orientasi pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya sebatas pengerjaan aspal atau perbaikan badan jalan semata. Faktor keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan, mutlak harus menjadi satu kesatuan dalam proyek penanganan infrastruktur tersebut.

“Usulan kelengkapan jalan ini perlu segera dibahas bersama dinas teknis terkait. Kita tentu ingin pembangunan yang menggunakan anggaran daerah ini benar-benar dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat, tak terkecuali jaminan atas keselamatannya,” ujar Rusdi yang dalam kunjungan tersebut turut didampingi Sekretaris Komisi IV H Sirajul Rahman dan Anggota Komisi IV Abdul Hafid.

Kunjungan kerja lintas sektor itu turut melibatkan perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalteng, pemerintah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, serta aparatur desa setempat.

Dalam pertemuan di lapangan, Kepala Desa Bapeang, Eko Hidayat, turut menyuarakan aspirasi masyarakat desa di sepanjang jalur Sampit–Samuda.

Menurutnya, warga pada dasarnya sangat bersyukur dan puas atas mulusnya akses transportasi tersebut. Namun, ketiadaan penanda lalu lintas dan minimnya penerangan memunculkan kekhawatiran terkait potensi kecelakaan pada malam hari, sehingga warga sangat berharap kelengkapan jalan tersebut dapat segera direalisasikan.

Selain menyoroti fasilitas keselamatan, Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, mendorong agar tren positif perbaikan jalan provinsi di wilayah selatan ini tidak terhenti di satu titik. Ia meminta, peningkatan badan jalan dilakukan secara berkelanjutan menyentuh ruas Samuda– Ujung Pandaran, Ujung Pandaran– Kuala Pembuang, hingga bermuara di ruas Kuala Pembuang– Teluk Segintung.

“Kita sangat mengapresiasi peningkatan ruas jalan Sampit– Samuda ini, tetapi penanganannya tidak boleh mandek di sini. Kesinambungan infrastruktur jalan sangat vital, karena jalur ini menjadi urat nadi penghubung dan penggerak roda ekonomi antara Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan,” tegas Hafid. (zia/ko)