Kesehatan Warga Terancam, ISPA Sempat Melonjak Kobar Siapkan 38 Titik Oksigen Gratis

oleh
oleh

PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com — Ancaman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian kesehatan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Dinas Kesehatan setempat mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sempat mencapai 566 kasus dalam sepekan. Pemerintah daerah pun menyiapkan 38 titik Rumah Oksigen Gratis untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan.

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinas Kesehatan Kobar hingga minggu epidemiologi ke-39 tahun 2026, kasus ISPA mencapai puncak pada minggu ke-31. Jumlahnya meningkat dari 335 kasus pada minggu ke-28 menjadi 566 kasus, atau naik sekitar 68,9 persen.

Kasus kemudian berfluktuasi. Pada minggu ke-39, jumlah ISPA tercatat 378 kasus, turun 22,4 persen dibandingkan minggu sebelumnya yang mencapai 487 kasus. Meski menurun, perkembangan tersebut masih perlu dipantau, termasuk dengan memastikan kelengkapan laporan dari seluruh fasilitas kesehatan.

Peningkatan kasus itu berlangsung bersamaan dengan meningkatnya aktivitas karhutla pada musim kemarau di Kobar. Paparan asap dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk penyakit yang sudah ada. Namun, data tersebut belum membuktikan bahwa karhutla menjadi penyebab tunggal kenaikan kasus ISPA.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kobar, dr. Jhonferi Sidabalok, Selasa (13/10), menyebutkan sejumlah keluhan pernapasan ditemukan berdasarkan data ISPA dari 18 puskesmas selama periode kejadian karhutla hingga September 2026. Keluhan itu meliputi batuk kering, batuk berdahak, tenggorokan kering dan gatal, hidung tersumbat, serta iritasi mata.

Sesak napas dan dada terasa berat juga menjadi gejala yang perlu diwaspadai, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Kelompok tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih karena berisiko mengalami gangguan kesehatan yang lebih berat ketika terpapar asap.

Untuk mendukung penanganan, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat melalui Dinas Kesehatan menyediakan 38 titik Rumah Oksigen Gratis. Layanan tersebut ditempatkan di puskesmas, puskesmas pembantu, rumah sakit, dan posko karhutla yang telah ditetapkan sebagai lokasi pelayanan.

Sejumlah lokasi yang diinformasikan antara lain Posko Induk BPBD di Jalan Cilik Riwut II Nomor 16A, Puskesmas Madurejo, Puskesmas Kumai, Puskesmas Teluk Bogam, Puskesmas Kotawaringin Lama, Puskesmas Arut Utara, serta RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Layanan juga tersedia di Pustu Desa Sumber Agung, Pustu Amin Jaya, dan posko karhutla yang ditetapkan. Masyarakat disarankan memastikan ketersediaan layanan sebelum berkunjung.

Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Hardino, menjadi pihak yang dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kesiapan dan pemerataan layanan tersebut. Rumah Oksigen Gratis diharapkan mempermudah warga memperoleh bantuan ketika mengalami gangguan pernapasan. Penggunaan oksigen tetap harus berdasarkan penilaian dan arahan tenaga kesehatan.

Dinas Kesehatan mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat, menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel, dan menjaga kualitas udara di dalam rumah. Warga yang mengalami sesak napas berat atau kesulitan bernapas harus segera mencari pertolongan medis darurat. Di tengah ancaman karhutla, pemantauan kasus ISPA, kesiapan layanan kesehatan, dan pencegahan kebakaran menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat Kobar. (bob/ko)