Bupati Barito Utara Keliling Pimpin Apel Pagi, Perkuat Disiplin ASN

oleh
oleh
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT, memimpin pelaksanaan apel pagi jajaran ASN di Halaman Kantor Bupati Barito Utara, belum lama ini.
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT, memimpin pelaksanaan apel pagi jajaran ASN di Halaman Kantor Bupati Barito Utara, belum lama ini.

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT, menegaskan pentingnya transformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penguatan disiplin dan kepemimpinan yang berorientasi pada keteladanan.

Langkah strategis ini, digulirkan demi mendongkrak profesionalisme, integritas, dan kualitas kinerja aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara.

Komitmen tersebut, disampaikan langsung oleh Bupati saat memaparkan progres Program 11.12 Gaspol dalam agenda refleksi kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, di Gedung Balai Antang, Selasa (6/10).

Dalam pemaparan itu, perombakan budaya kerja ASN didapuk menjadi salah satu fokus utama dalam pembenahan tata kelola birokrasi daerah.

Sebagai wujud nyata, Shalahuddin kini rutin turun langsung memimpin apel pagi secara bergiliran, di setiap instansi perangkat daerah. Kebijakan ini secara tegas mengedepankan prinsip leadership by example atau kepemimpinan melalui keteladanan. Langkah jemput bola ini, sekaligus mengubah pola pengawasan yang konvensional menjadi pendekatan yang lebih langsung dan partisipatif.

“Disiplin dan keteladanan itu harus dimulai dari pimpinan. Melalui apel pagi yang digilir ke setiap perangkat daerah ini, saya ingin memastikan langsung kesiapan mental para aparatur, membangun integritas, serta memberikan motivasi agar seluruh ASN bekerja lebih profesional,” tegas Shalahuddin.

Tak hanya menyasar tingkat kehadiran apel, penguatan disiplin juga diwujudkan melalui penegakan aturan seragam dan kelengkapan atribut dinas ASN.

Kepatuhan terhadap tata tertib berpakaian dinilai sangat krusial untuk membangun identitas aparatur yang rapi, tertib, dan berwibawa saat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Shalahuddin menekankan, esensi transformasi budaya kerja bukanlah sekadar rutinitas taat pada aturan, melainkan soal pembentukan karakter dan rasa tanggung jawab dalam mengemban amanah negara. Oleh karena itu, keteladanan pimpinan dan kedisiplinan bawahan mutlak harus berjalan beriringan demi menciptakan ekosistem kerja yang produktif dan berorientasi pada hasil.

Melalui serangkaian penguatan ini, Pemkab Barito Utara optimistis etos kerja birokrasi akan semakin meningkat. Pembenahan internal ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dalam menyukseskan berbagai program prioritas daerah, serta menghadirkan kualitas pelayanan publik yang prima dan paripurna bagi warga Bumi Iya Mulik Bengkang Turan. (ren/ko)