Pemasaran Digital Buka Peluang Pasar Lebih Luas
Selain pengelolaan keuangan, pelatihan juga membahas strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan Madu Kelulut Nyai Hapu. Selama ini, promosi dari mulut ke mulut dan jaringan pembeli yang sudah dikenal menjadi salah satu cara pelaku usaha memasarkan produknya.
Untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, peserta dikenalkan pada pemanfaatan media sosial, WhatsApp Business, katalog produk digital, dan pembuatan konten promosi yang informatif. Peserta juga mengikuti praktik pengemasan dengan memperhatikan tampilan produk, konsistensi merek, dan informasi pada label.
Kemasan yang baik membantu konsumen mengenali produk dan membedakannya dari produk sejenis. Sementara itu, pemasaran digital memudahkan calon pembeli memperoleh informasi produk dan melakukan pemesanan tanpa harus datang langsung ke Desa Tuwung.
UPR menekankan bahwa promosi digital perlu didukung manajemen usaha yang tertata. Ketersediaan stok, pencatatan pesanan, dan pelayanan yang konsisten menjadi faktor penting agar peningkatan pemasaran dapat diikuti dengan pengelolaan usaha yang lebih baik.
Melalui pendampingan ini, UPR mendorong KUPS Madu Kelulut Desa Tuwung mengembangkan potensi hasil hutan menjadi usaha yang lebih profesional dan berkelanjutan. Penguatan manajemen, kemasan, dan pemasaran digital diharapkan dapat meningkatkan daya saing Madu Kelulut Nyai Hapu sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi masyarakat desa.(ko)






