UPR Lanjutkan Pendampingan Madu Kelulut Nyai Hapu
Pengembangan madu kelulut Desa Tuwung sebelumnya mendapat pendampingan pada 2024 melalui kegiatan branding, pengemasan, dan pemasaran digital. Pendampingan tersebut menghasilkan identitas produk dengan merek Madu Kelulut Nyai Hapu, yang menjadi bekal kelompok untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen.
Melalui kegiatan lanjutan ini, UPR mendorong kelompok usaha tidak hanya mengandalkan merek dan kemasan, tetapi juga memperkuat administrasi serta pengelolaan bisnis. Anggota kelompok perlu mencatat produksi dan penjualan, memantau persediaan, serta menghitung biaya untuk mengetahui keuntungan usaha secara lebih akurat.
Tim PkM juga memberikan materi mengenai pembukuan sederhana dan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP). Peserta belajar mencatat pemasukan dan pengeluaran, mengidentifikasi biaya produksi, serta menggunakan HPP sebagai dasar penentuan harga jual.
Dalam usaha madu kelulut, harga jual harus mempertimbangkan berbagai komponen biaya, termasuk proses produksi, botol, label, operasional, dan pemasaran. Dengan pencatatan yang teratur, pelaku usaha dapat mengevaluasi keuntungan sekaligus merencanakan kebutuhan modal dan pembelian bahan kemasan.






