PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Keikutsertaan Tim Nasional Sepak Bola Mini Indonesia dalam IMF World Cup Minifootball 2026 di Antalya, Turki, menjadi momentum bagi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk memperkuat pembinaan atlet. KSMI Kalteng menargetkan lahirnya pemain daerah yang mampu menembus skuad nasional.
Ketua KSMI Kalteng, Sapriansyah, mengatakan kehadiran Indonesia di kompetisi dunia harus menjadi pemicu bagi daerah untuk lebih serius mengembangkan sepak bola mini.
Menurutnya, melahirkan pemain berlevel nasional membutuhkan pembinaan berkelanjutan, kompetisi teratur, dan program pengembangan atlet sejak dini.
“Ini momentum bagus, khususnya bagi KSMI daerah. Harapannya, ke depan ada pemain Kalteng yang dipanggil memperkuat tim nasional. Setelah Porprov, kita akan membangun program berkelanjutan agar sepak bola mini semakin diminati dan melahirkan talenta untuk timnas,” ujar Sapriansyah, Rabu (4/11/2026).
Ia menyebut, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) diharapkan menjadi salah satu pijakan untuk memperluas minat masyarakat sekaligus menjaring pemain potensial di Kalteng.
Sementara itu, Timnas Sepak Bola Mini Indonesia telah bertolak ke Antalya, Turki, untuk mengikuti IMF World Cup Minifootball 2026 yang berlangsung pada 1–6 November. Kontingen Indonesia diperkuat 12 orang, terdiri atas sembilan pemain dan tiga ofisial, dengan Manajer Tim Adhannie Anggoro yang juga menjabat Sekretaris Jenderal KSMI.
Indonesia akan bersaing dengan tujuh negara lainnya, yakni Arab Saudi, Turki, Rusia, Libya, Tunisia, Irak, dan Qatar.
Pengamat sepak bola asal Kalteng, Yusro Arodi, menilai keikutsertaan Indonesia di ajang dunia harus diikuti keseriusan daerah dalam membangun pembinaan atlet.
Menurutnya, sepak bola mini memiliki karakter permainan cepat dengan intensitas tinggi karena menggunakan lapangan dan jumlah pemain lebih sedikit dibandingkan sepak bola konvensional. Kondisi tersebut menuntut pemain memiliki kemampuan teknik, kecepatan mengambil keputusan, koordinasi, dan pemahaman taktik yang baik.
Yusro berharap program KSMI Kalteng tidak sekadar menjadi rencana. Pembinaan konsisten dan kompetisi berkesinambungan dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pemain sekaligus membuka peluang atlet daerah bersaing di tingkat nasional hingga internasional. (yusbob)






