KASONGAN, kaltengonline.com – Maraknya aksi penipuan yang mencatut nama pejabat daerah, termasuk camat, kini tengah meresahkan masyarakat Kabupaten Katingan. Modus operandi pelaku adalah menghubungi targetnya, seperti bendahara, guru, hingga kepala desa, untuk melancarkan aksi penipuan. Menanggapi situasi ini, pemerintah setempat mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati.
Sekretaris Satpol PP dan Damkarmat Kabupaten Katingan Budiman L Gaol menegaskan, modus penipuan ini semakin masif dan menyasar berbagai kalangan. Pelaku sering kali menggunakan media komunikasi seperti telepon dan aplikasi pesan instan WhatsApp untuk menghubungi calon korbannya. “Mereka berupaya meyakinkan korban dengan mengaku sebagai pejabat dan meminta sejumlah uang atau data pribadi untuk tujuan tertentu,” kata Budiman L Gaol kepada Kaltengonline.com, Selasa (9/9).
Lebih lanjut, Gaol panggilan akrabnya mengingatkan agar masyarakat tidak langsung memercayai permintaan yang datang dari pihak yang mengaku pejabat, terutama jika mereka meminta sejumlah uang. Dia menyarankan agar segera melakukan konfirmasi ulang melalui jalur resmi atau menghubungi langsung kantor terkait untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. “Kewaspadaan ini sangat penting untuk mencegah kerugian finansial maupun kerugian lainnya,” tegasnya.
Selain itu mereka dari Satpol PP juga mengimbau agar setiap warga yang menjadi target atau mengetahui adanya upaya penipuan serupa segera melapor ke pihak kepolisian. “Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menekan angka kasus penipuan. Sehingga tercipta lingkungan yang lebih aman dan terhindar dari tindak kejahatan,” pungkasnya.(eri)







