Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Keresahan menyelimuti nelayan Desa Kenambui, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Warga RT 1 dan RT 2 mengeluhkan maraknya praktik penangkapan ikan menggunakan setrum listrik yang diduga dilakukan oleh oknum nelayan di sekitar perairan desa. Aktivitas ilegal tersebut dinilai semakin tak terkendali dan berdampak langsung pada kehidupan nelayan tradisional.
Bagi warga, praktik setrum ikan bukan sekadar pelanggaran aturan, tetapi ancaman serius bagi keberlanjutan sungai. Setrum listrik mematikan ikan tanpa pandang ukuran, merusak habitat, serta membuat hasil tangkapan nelayan lain menurun drastis. Jika dibiarkan, warga khawatir sungai yang selama ini menjadi sumber penghidupan akan rusak permanen.
Oni, salah seorang warga Kenambui, mengungkapkan bahwa pelaku setrum ikan tidak hanya berasal dari desanya. Menurut dia, nelayan dari wilayah Runtu juga kerap melakukan praktik serupa di perairan tersebut. “Bukan cuma warga Kenambui, ada juga warga Runtu yang menyetrum. Bahkan kami melihat ada empat klotok,” ujar Oni, Kamis (5/2).
Ia menuturkan, aktivitas setrum ikan sering dilakukan pada waktu-waktu tertentu agar tidak mudah terpantau. Meski demikian, dampaknya sudah sangat dirasakan. Nelayan yang menangkap ikan dengan cara tradisional harus pulang dengan hasil minim, sementara populasi ikan di sungai semakin berkurang.
Kondisi ini membuat warga berharap adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum. Mereka menilai upaya persuasif saja tidak cukup, mengingat praktik setrum ikan terus berulang dan semakin berani dilakukan di wilayah perairan yang sama.
Menanggapi keluhan tersebut, Kasatpolair Polres Kotawaringin Barat AKP Abribadda Bachri menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan warga dan menindaklanjuti laporan yang disampaikan. “Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami akan melakukan koordinasi dan langkah penanganan,” ujarnya. Aparat pun mengimbau masyarakat untuk terus melaporkan praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan demi menjaga kelestarian sungai dan keberlangsungan hidup nelayan.(bob)







