PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery mendorong pengawasan lebih ketat terhadap peredaran takjil selama bulan Ramadan. Ia menilai, langkah preventif perlu dilakukan untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat aman dikonsumsi.
Menurut Khemal, Ramadan memang menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan.
Namun, ia mengingatkan agar para pedagang tidak mengabaikan aspek kesehatan hanya demi meraup keuntungan lebih besar.
“Kami mengingatkan supaya pedagang di pasar Ramadan betul-betul bekerja dengan hati, jangan hanya mengejar keuntungan dan mengenyampingkan kesehatan masyarakat,” ujarnya di Palangka Raya, Senin (23/2).
Ia menyebutkan, kepercayaan konsumen merupakan modal utama bagi pedagang untuk mempertahankan usahanya, bahkan setelah Ramadan berakhir. Karena itu, kualitas dan keamanan produk harus menjadi prioritas.
“Karena kan kalau masyarakat percaya terhadap produk kita, tentu setelah bulan Ramadan ini pun masyarakat akan mencari produk kita karena benar-benar enak dan menyehatkan,” ucapnya.
Khemal juga mengecam praktik curang yang masih ditemukan, seperti penggunaan bahan berbahaya untuk menekan biaya produksi. Ia menegaskan, tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi.
“Kita tidak ingin ada pedagang yang sengaja memasukkan bahan berbahaya, seperti pemanis buatan atau pengawet berlebihan, hanya untuk mengurangi biaya produksi. Itu sangat merugikan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk rutin melakukan inspeksi dan pengawasan terhadap takjil yang beredar di pasar Ramadan maupun yang dijual secara daring.
“Ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat untuk membeli takjil di bulan Ramadan. Jadi masyarakat tidak perlu lagi takut atau khawatir,” katanya.
Tak hanya kepada pedagang dan pemerintah, Khemal juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih makanan berbuka puasa. Jika menemukan produk yang mencurigakan, ia meminta agar segera dilaporkan kepada BPOM.
“Masyarakat juga harus selektif. Kalau ada takjil yang dicurigai menggunakan bahan berbahaya, segera laporkan. Semoga di bulan Ramadan ini tidak ada masyarakat kita yang menjadi korban dari pedagang-pedagang nakal, dan ibadah puasa berjalan lancar hingga Idulfitri,” tutupnya.(ham/ans/ko)







