Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Kebut sembarangan kembali muncul di ruas Iskandar, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Sejumlah remaja memacu sepeda motor dengan gaya berani, mengangkat roda depan dan memelintir gas seolah jalan raya adalah lintasan pribadi. Aksi itu kerap muncul justru ketika patroli polisi tak terlihat.
Fenomena ini berlangsung kucing-kucingan. Para pembalap liar menyebar saat aparat melintas, lalu berkumpul kembali ketika situasi dirasa aman. Deru knalpot memecah malam, meninggalkan kecemasan bagi pengguna jalan yang kebetulan melintas di jam rawan.
Yusup, salah seorang pengguna jalan, mengaku sempat ketakutan. Ia sedang membonceng anak perempuan yang baru selesai latihan taekwondo untuk persiapan Porprov. “Saya sampai takut sendiri. Mereka angkat ban depan, gasnya digeber-geber. Padahal polisi sudah patroli, tapi setelah pergi, gerombolan itu muncul lagi,” ujarnya, Minggu (1/3).
Kepolisian mengingatkan bahwa sensasi sesaat di jalan raya menyimpan risiko panjang. Kapolres Kotawaringin Barat Theodorus Priyo Santoso menegaskan, kebut sembarangan kerap berujung penyesalan. Balap liar, kata dia, bukan sekadar adu cepat, melainkan pintu menuju kecelakaan, korban jiwa, dan keresahan warga.
Di bulan Ramadan, imbauan itu kian ditekankan. Polisi mengajak masyarakat bersama-sama menjaga suasana tetap kondusif agar ibadah berjalan khusyuk dan lingkungan tetap nyaman.
“Yang terlihat seru hanya beberapa detik, dampaknya bisa seumur hidup,” ujar Kapolres dalam pernyataan sebelumnya.
Upaya pencegahan terus dilakukan. Kasatlantas Polres Kobar Sugeng menyebut patroli dilakukan setiap hari, terutama pada jam-jam rawan. Penindakan, menurut dia, akan dilakukan bila ditemukan pelanggaran yang membahayakan keselamatan.
Namun polisi menilai pengawasan tak bisa berdiri sendiri. Warga diminta berperan aktif melaporkan jika melihat balap liar di lingkungannya. Kolaborasi aparat dan masyarakat, kata Sugeng, menjadi kunci agar jalan raya kembali pada fungsinya: ruang bersama yang aman, bukan arena adu nyali.( bob)







