Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat saat Lebaran 2026/1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan di lapangan, Kamis (5/3/2026).
Dalam rakor tersebut, Wakil Bupati Kobar Suyanto menekankan pentingnya pembentukan posko terpadu lintas sektor. Posko ini akan menjadi pusat kendali selama masa mudik dan arus balik, sekaligus sarana respon cepat jika terjadi gangguan transportasi.
“Posko terpadu ini sangat penting agar koordinasi di lapangan berjalan cepat dan efektif, terutama jika terjadi lonjakan penumpang atau kondisi darurat,” ujarnya.
Selain kesiapan posko, perhatian juga diarahkan pada kondisi infrastruktur pendukung, khususnya jalan yang menjadi jalur utama pemudik. Dinas teknis diminta segera memastikan perbaikan titik-titik rawan kerusakan sebelum puncak arus mudik.
Menurutnya, infrastruktur yang layak akan sangat berpengaruh terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Jalan yang rusak atau berlubang berpotensi menimbulkan kecelakaan, terlebih saat volume kendaraan meningkat drastis.
Rakor ini juga menjadi ajang pemetaan potensi masalah, mulai dari kepadatan di pelabuhan, bandara, hingga terminal darat. Setiap instansi diminta menyiapkan skenario penanganan sesuai kewenangannya.
Dengan langkah antisipatif tersebut, Pemkab Kobar berharap pelaksanaan angkutan Lebaran 2026 dapat berlangsung tertib, lancar, dan memberikan rasa aman bagi seluruh pemudik yang melintasi wilayah Kotawaringin Barat.(bob)







