Gunung Purei Diarahkan Jadi Pusat Pertumbuhan Perbatasan Kalteng-Kaltim

oleh
oleh
Wakil Bupati Batara, Felix (tengah) bersama Forkopimcam Gunung Purei di tugu perbatasan desa Tambaba pasca Musrembang Kecamatan Gunung Purei, Kamis (5/2).
Wakil Bupati Batara, Felix (tengah) bersama Forkopimcam Gunung Purei di tugu perbatasan desa Tambaba pasca Musrembang Kecamatan Gunung Purei, Kamis (5/2).

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara mencanangkan transformasi menyeluruh bagi Kecamatan Gunung Purei, wilayah perbatasan dengan Kalimantan Timur. Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan Amd mengemukakan visi tersebut dalam forum perencanaan pembangunan di kecamatan tersebut, Kamis (5/2).

Felix Tingan menggarisbawahi perlunya lompatan pemikiran dan kerja sama strategis untuk mengubah paradigma tentang Gunung Purei, yang selama ini identik dengan keterpencilan.

“Kita perlu melampaui pemikiran konvensional. Aspirasi yang masuk harus lebih visioner, tidak sekadar mencerminkan kondisi yang kasat mata. Prinsip pembangunan berkelanjutan tetap menjadi landasan kita,” tegas Felix menanggapi usulan masyarakat dalam Musrenbang.

Ia menegaskan, lokasi perbatasan bukanlah hambatan, melainkan peluang strategis untuk memproyeksikan kemandirian dan ketangguhan daerah. Dengan kapasitas anggaran yang memadai, momentum pembangunan dinilai sudah tepat.

Baca Juga:  Pemkab Barito Utara Wajibkan ASN Salat Berjamaah Saat Jam Kerja

“Gunung Purei adalah wajah Barito Utara di perbatasan. Kita harus membuktikan bahwa daerah ini mampu berdiri sejajar, bahkan menjadi contoh pembangunan yang inklusif dan mandiri,” imbuhnya.

Dua desa, yakni Tambaba dan Lampeong, mendapat perhatian khusus sebagai wilayah prioritas yang membutuhkan intervensi percepatan pembangunan. Felix mengajak seluruh tingkat pemerintahan, mulai dari desa hingga kabupaten, untuk bersinergi memutus rantai masalah struktural yang menghambat kemajuan.

“Kolaborasi kepala desa, camat, dan pemerintah daerah mutlak diperlukan untuk menjawab tantangan mendasar seperti kemiskinan dan keterbatasan akses. Inilah saatnya berpikir luar biasa dan bertindak kolektif,” pungkasnya.

Visi tersebut menempatkan Gunung Purei tidak hanya sebagai wilayah pemekaran, tetapi sebagai episentrum kebanggaan baru yang memperkuat posisi Barito Utara di kawasan perbatasan. (ren/ko)