KUALA KAPUAS, Kaltengonline.com – Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, H Abdullah, mengapresiasi kinerja PDAM Kapuas yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan daerah tersebut dinilai berhasil bangkit dari kondisi merugi hingga mampu mencatatkan laba.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2021 PDAM Kapuas mengalami kerugian hingga Rp25 miliar. Namun, secara bertahap kondisi keuangan membaik dan pada tahun 2025 berhasil mencatatkan laba sebesar Rp1 miliar.
“Dari minus Rp25 miliar sampai akhirnya bisa laba Rp1 miliar dalam kurun waktu empat tahun, ini menunjukkan hasil yang baik,” ujar Abdullah.
Menurut pria yang akrab disapa H Dullah itu, capaian tersebut tidak lepas dari upaya perbaikan manajemen, evaluasi berkelanjutan, serta langkah efisiensi yang dilakukan pihak PDAM dalam beberapa tahun terakhir.
Meski demikian, ia berharap kinerja tersebut terus ditingkatkan agar target yang telah ditetapkan oleh kepala daerah dapat tercapai secara optimal. Peningkatan kinerja, kata dia, harus diiringi dengan komitmen kuat dalam menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.
H Dullah juga menekankan pentingnya peningkatan pelayanan kepada konsumen. Setiap keluhan pelanggan harus disikapi dengan cepat dan tepat karena menjadi bagian dari kontrol untuk mendorong perbaikan berkelanjutan.
“Jangan sampai mengejar target laba, tapi kualitas air dan pelayanan diabaikan. Itu harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Ia menambahkan, efisiensi menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga kinerja keuangan tetap sehat tanpa mengorbankan pelayanan. Dengan langkah tersebut, PDAM Kapuas diharapkan mampu terus tumbuh, tidak lagi merugi, serta memastikan kesejahteraan karyawan tetap terjaga.
Selain itu, ia juga mendorong PDAM Kapuas untuk terus berinovasi, baik dalam pengelolaan distribusi air maupun pemanfaatan teknologi guna meningkatkan kualitas layanan. Inovasi dinilai penting agar pelayanan bisa lebih cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tidak hanya dari sisi internal, dukungan pemerintah daerah juga dinilai penting untuk memperkuat kinerja PDAM ke depan. Sinergi antara manajemen PDAM dan pemerintah diharapkan mampu mempercepat peningkatan infrastruktur serta memperluas jangkauan pelayanan air bersih.
Di sisi lain, H Dullah mengingatkan agar capaian positif ini tidak membuat lengah. Evaluasi rutin dan pengawasan tetap harus dilakukan agar potensi masalah dapat diantisipasi sejak dini, sehingga kinerja yang sudah baik bisa terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. “Ini sudah di jalur yang benar. Tinggal bagaimana konsistensi itu dijaga. Kalau ini terus dilakukan, saya optimistis PDAM Kapuas bisa semakin maju dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (art/ko)

