KUALA KAPUAS, Kaltengonline.com – Semangat pelestarian budaya lokal menggema dalam Lomba Manyipet pada Festival Budaya Tingang Menteng Panunjung Tarung 2026. Kegiatan ini resmi dibuka Wakil Bupati (Wabup) Kapuas, Dodo, Kamis (9/4).
Sebanyak 34 peserta ambil bagian dalam lomba tersebut. Terdiri dari 25 laki-laki dan 9 perempuan, mereka datang dari berbagai kecamatan, organisasi, instansi, hingga kalangan pelajar di Kabupaten Kapuas.
Ketua panitia yang juga Ketua Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Kabupaten Kapuas, Syahrin, menegaskan bahwa lomba manyipet bukan sekadar ajang kompetisi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus persiapan menghadapi Lomba Isen Mulang di Palangka Raya pada Mei mendatang.
“Ini juga menjadi ajang seleksi dan pembinaan atlet manyipet agar lebih siap bersaing di tingkat provinsi,” ujar Syahrin.
Sementara itu, Wabup Dodo dalam sambutannya mendorong agar olahraga tradisional seperti manyipet semakin dikenal luas, terutama di kalangan generasi muda. Ia menekankan pentingnya menjaga warisan budaya Dayak agar tidak tergerus zaman.
“Manyipet adalah bagian dari khazanah budaya yang harus kita jaga dan lestarikan, khususnya di Kalimantan Tengah,” tegas Dodo.
Festival ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat identitas budaya daerah, sekaligus mengangkat kembali olahraga tradisional agar terus berkembang, baik di tingkat lokal maupun regional. (art/ko)

