BALIKPAPAN, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Barito Utara menunjukkan komitmennya dalam memperkuat daya saing daerah dengan menghadiri Forum Orkestrasi Pembangunan Negeri (FOPN) yang berlangsung di Platinum Hotel, Balikpapan, Selasa (05/05).
Bupati Barito Utara H Shalahuddin ST MT hadir langsung didampingi oleh Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan AMd, Sekretaris Daerah Drs Muhlis beserta jajaran.
Kehadiran para pejabat utama ini menandakan keseriusan daerah dalam menyelaraskan program pembangunan lokal dengan agenda nasional.
Forum yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah untuk menyatukan visi dan langkah antar daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Para peserta forum juga diberikan kesempatan untuk berbagi praktik terbaik serta mengidentifikasi hambatan-hambatan umum yang kerap ditemui di lapangan.
Fokus utama dari forum kali ini adalah penguatan sinergi strategis dalam menjawab sejumlah tantangan nasional yang berdampak langsung pada masyarakat.
Mulai dari upaya penurunan angka pengangguran yang masih menjadi pekerjaan rumah di banyak daerah, hingga pengembangan skema creative financing sebagai alternatif pembiayaan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran daerah. Topik-topik ini menjadi perhatian karena menyentuh langsung kesejahteraan rakyat.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, dalam arahannya menyampaikan bahwa tantangan geopolitik global saat ini telah berdampak nyata terhadap stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) dan pangan di tingkat daerah.
Menurutnya, fl uktuasi harga komoditas ini tidak bisa diabaikan karena berpengaruh langsung terhadap angka infl asi dan daya beli masyarakat.
Ia mendorong para kepala daerah untuk tidak hanya mengandalkan pendekatan kelembagaan formal yang cenderung lamban.
Wamendagri menekankan pentingnya kerja sama sektoral yang lebih fleksibel dan adaptif. Pendekatan kolaboratif lintas sektor dinilai lebih efektif dalam merespons dinamika lokal yang sering kali berubah dengan cepat dibandingkan dengan skema kerja sama yang terlalu kaku dan prosedural.
“Program bantuan pemerintah harus bisa lebih cepat sampai ke tangan masyarakat. Jangan terhambat oleh birokrasi yang berlapis-lapis,” tegasnya.
Menanggapi arahan tersebut, Bupati Shalahuddin menyatakan kesiapannya untuk mengakselerasi program-program prioritas di daerah melalui kolaborasi lintas sektor yang lebih taktis. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Utara tidak akan sekadar menjadi peserta pasif dalam forum ini, melainkan akan mengambil peran aktif dalam setiap inisiatif kolaboratif yang ditawarkan. Langkah ini dinilai selaras dengan target jangka menengah daerah dalam menekan angka stunting dan mengendalikan laju infl asi secara berkelanjutan.
“Forum Orkestrasi ini adalah momentum penting bagi kami. Kami tidak ingin bekerja sendiri-sendiri.
Dengan sinergi yang tepat, kami optimis target penurunan stunting dan pengendalian infl asi di Barito Utara bisa tercapai lebih cepat. Kami siap menjemput bola, bukan menunggu,” ujar Bupati Shalahuddin.
Sebagai tindak lanjut dari forum ini, Bupati Shalahuddin berkomitmen untuk segera menginstruksikan jajaran perangkat daerah menyusun peta jalan kolaborasi dengan kabupaten/ kota tetangga dan pemerintah provinsi.
“Fokus utama dalam waktu dekat adalah pada program ketahanan pangan dan perluasan lapangan kerja melalui skema padat karya.
Dengan adanya forum orkestrasi ini, diharapkan Barito Utara tidak hanya mampu bertahan menghadapi gejolak ekonomi nasional, tetapi juga tumbuh menjadi daerah yang lebih mandiri dan berdaya saing tinggi,” jelasnya. (ren/nue/ko)







