PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Setiap akhir pekan, kawasan Car Free Day (CFD) di Kota Palangka Raya selalu dipadati warga yang ingin berolahraga, bersantai, hingga menikmati kuliner. Namun, di balik tingginya antusiasme masyarakat tersebut, kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dinilai harus terus ditingkatkan agar ruang publik tetap nyaman dan menjadi kebanggaan bersama.
Hal itu disampaikan Sekre taris Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Rana Muthia Oktari. Menurutnya, kegiatan Car Free Day bukan sekadar tempat berolahraga atau menghabiskan waktu bersama keluarga, tetapi juga menjadi ruang publik yang mencerminkan tingkat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan lingkungan.
“CFD merupakan salah satu wajah Kota Palangka Raya yang setiap minggu dikunjungi banyak masyarakat. Karena itu, saya mengajak seluruh warga untuk menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Kebersihan adalah tanggung jawab kita bersama,” katanya, Senin (29/6).
Rana menilai, semakin meningkatnya minat masyarakat untuk beraktivitas di kawasan CFD me rupakan hal positif yang patut dipertahankan. Selain menjadi sarana olahraga dan rekreasi, CFD juga telah berkembang menjadi ruang interaksi sosial, pusat aktivitas ekonomi masyarakat, hingga tempat berkumpulnya berbagai komunitas.
Namun di balik tingginya aktivitas tersebut, persoalan sampah masih menjadi perhatian. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin dalam membuang sampah, terutama sampah sisa makanan dan minuman yang kerap ditemukan setelah kegiatan CFD berakhir.
Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki dampak besar dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang publik.
“Kita tentu ingin kawasan CFD tetap bersih, nyaman, dan menjadi tempat yang menyenangkan bagi seluruh masyarakat. Karena itu, kesadaran untuk menjaga kebersihan harus dimulai dari diri sendiri,” tuturnya.
Rana menjelaskan, lingku ngan yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengunjung, tetapi juga membantu petugas kebersihan dan Dinas Lingkungan Hidup dalam menjaga kondisi kawasan publik agar tetap tertata dengan baik.
Ia berharap masyarakat tidak meninggalkan sampah bekas makanan, minuman, maupun kemasan belanja di area CFD karena hal tersebut dapat menimbulkan kesan kumuh dan mengurangi keindahan kawasan yang menjadi salah satu ruang publik favorit warga Palangka Raya.
“Sampah bisa teratasi tentu hal ini juga sangat membantu Dinas Lingkungan Hidup dan petugas kebersihan. Selain itu, kita juga bisa menghindari kesan kumuh dan kurang bersih akibat sampah bekas belanja makanan dan minuman,” ujarnya. (zia/ans/ko)







