MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Hasrat SAg menyatakan dukungan penuh terhadap program peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor perkebunan.
Hal ini disampaikannya menyusul pelaksanaan sosialisasi Analisa Kebutuhan Pelatihan (AKP) yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Pertanian setempat.
Kegiatan strategis yang dilanjutkan dengan diskusi bersama masyarakat tersebut dilaksanakan, Rabu (8/7). Acara yang berfokus pada pemetaan potensi dan kebutuhan riil petani ini dipusatkan di Aula Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara.
Menurutnya, langkah Dinas Pertanian dalam melakukan analisis kebutuhan sebelum menyelenggarakan pelatihan merupakan keputusan yang sangat tepat. Sektor perkebunan merupakan salah satu pilar ekonomi utama bagi masyarakat di wilayah Barito Utara, sehingga kapasitas para pelakunya harus terus ditingkatkan secara terukur agar mampu bersaing.
“Kami di lembaga legislatif sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini.
Pengembangan SDM perkebunan tidak boleh dilakukan secara meraba-raba. Melalui analisa kebutuhan yang tepat, pelatihan yang nantinya diberikan oleh pemerintah akan benar-benar menyentuh akar masalah yang dihadapi petani kita,” katanya, kamis (9/7).
Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga menambahkan bahwa tantangan di sektor perkebunan saat ini semakin kompleks, mulai dari masalah serangan hama hingga tata kelola lahan.
Oleh sebab itu, modal utama untuk menghadapi dinamika tersebut adalah kesiapan keterampilan serta pemahaman regulasi yang baik dari para petani itu sendiri.
Dalam sesi diskusi bersama di Aula BPP Gunung Timang, perwakilan kelompok tani, penyuluh lapangan, dan masyarakat setempat tampak aktif menyampaikan aspirasi mereka. Dinas Pertanian Barito Utara berhasil menjaring berbagai masukan penting mengenai jenis pelatihan teknis yang paling mendesak, seperti teknik budidaya modern hingga manajemen pasca-panen.
Hasrat berharap data yang terkumpul dari hasil diskusi ini dapat segera diintegrasikan menjadi program kerja konkret yang siap dikawal oleh pihak legislatif dari sisi penganggaran.
“Harapan kita bersama, setelah kebutuhan pelatihan ini dipetakan, tindak lanjutnya harus cepat. Ketika SDM perkebunan kita sudah tangguh dan menguasai teknologi pertanian terkini, produktivitas hasil bumi Barito Utara otomatis akan meningkat, yang pada akhirnya mendongkrak kesejahteraan petani lokal,” tutupnya. (bn/nue/ko)






