DPRD Palangka Raya Minta Proklim Jadi Gerakan Nyata dan Berkelanjutan

oleh
oleh
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, M Hasan Busyairi.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, M Hasan Busyairi.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Program Kampung Iklim (Proklim) diminta tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Keberhasilan program tersebut harus diwujudkan melalui perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, M Hasan Busyairi, menilai tantangan perubahan iklim yang semakin nyata tidak mungkin dihadapi pemerintah sendirian. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar upaya pelestarian lingkungan benar-benar berdampak.

Menurut Hasan, langkah Pemerintah Kota Palangka Raya memperkuat kolaborasi melalui Program Kampung Iklim patut diapresiasi. Sebab, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga membangun ketahanan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.

“Program Kampung Iklim ini sangat positif karena tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup yang ramah lingkungan. Kami di DPRD tentu mendukung upaya kolaboratif seperti ini,” ujarnya, Sabtu (4/7).

Ia menegaskan, keberhasilan Proklim tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Yang lebih penting adalah sejauh mana program tersebut mampu mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola lingkungan.

Karena itu, pembinaan dan pendampingan kepada warga harus dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi mengenai pengelolaan sampah, penghijauan, penghematan energi, pemanfaatan lahan pekarangan, hingga konservasi sumber air dinilai perlu terus diperkuat agar menjadi budaya di tengah masyarakat.

Hasan juga menekankan pentingnya keterlibatan lintas sektor. Selain pemerintah, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), organisasi kemasyarakatan, komunitas lingkungan, akademisi, hingga masyarakat di tingkat RT dan kelurahan perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Ia mendorong perusahaan lebih aktif mendukung kegiatan lingkungan, mulai dari penanaman pohon, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, konservasi sumber air, hingga penguatan ketahanan pangan di kawasan permukiman.

“Kolaborasi yang sudah terbangun harus terus dijaga. Jangan hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan dalam program yang berkelanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu memperkuat ketahanan Kota Palangka Raya dalam menghadapi dampak perubahan iklim,” tegasnya. (zia/ko)