PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Pemerintah Kota Palangka Raya bersama Yayasan Borneo Nature Indonesia (YBNI) memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan melalui penanaman 6.900 pohon yang dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya yang berlangsung di kawasan Muhammad Subuh Center (MSC), Kelurahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu, Sabtu (18/7).
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga konservasi merupakan langkah strategis dalam meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim. Kerja sama tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Kolaborasi ini memperkuat komitmen bersama dalam pelestarian hutan, rehabilitasi lahan, pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan,” ujar Fairid.
Ia menegaskan, berbagai persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Karena itu, diperlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar upaya pelestarian alam berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar lingkungan tetap terjaga sekaligus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini menyampaikan bahwa kerja sama dengan YBNI merupakan implementasi nyata dari semangat kolaborasi yang diusung dalam peringatan hari jadi Kota Palangka Raya tahun ini. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak akan semakin memperkuat pelaksanaan program pembangunan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.
Ia menambahkan, penyerahan 6.900 bibit pohon diharapkan mampu mendorong rehabilitasi lahan, memperkuat upaya pencegahan karhutla, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem dan sumber daya alam.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap program pelestarian lingkungan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Kota Palangka Raya serta generasi yang akan datang,” pungkas Achmad Zaini. (afa/ans/ko)







