PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Ketersediaan Pertamax di sejumlah SPBU Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, dipertanyakan warga. Pasalnya, BBM nonsubsidi tersebut disebut kosong, meski sebelumnya Pertamina menyatakan stok BBM dalam kondisi aman.
Hendro (42), warga Pangkalan Bun, mengaku harus berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lainnya untuk mencari Pertamax. Namun, usahanya tidak membuahkan hasil karena BBM nonsubsidi itu sulit ditemukan. “Saya tadi keliling dari SPBU satu ke SPBU lainnya di Pangkalan Bun cari Pertamax, kosong,” ujarnya, Minggu (9/8/2026).
Menurut Hendro, kondisi tersebut membuat masyarakat bingung. Sebab, Pertamina sebelumnya menyampaikan stok BBM aman, sementara kondisi di lapangan justru menunjukkan warga kesulitan mendapatkan Pertamax. Ia juga mengaku tidak mudah beralih ke Pertalite karena antreannya di sejumlah SPBU cukup panjang.
“Kalau Pertalite antreannya panjang banget. Sudah mau ke Pertalite, malah Pertamax kosong. Pertamina bilang stok aman. Ini aman apanya? Kok Pertamax saja susah dicari?” keluhnya.
Sebelumnya, Pertamina dalam audiensi bersama pemerintah daerah dan rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Kobar menyampaikan stok BBM aman. Dalam RDP tersebut, Pertamina juga menyebut akan menambah kuota Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Anggota DPRD Kobar, Musawir, menyoroti perbedaan antara pernyataan Pertamina dengan kondisi yang dikeluhkan warga. Ia meminta Pertamina tidak hanya menyampaikan stok BBM aman, tetapi memastikan ketersediaannya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pertamina daerah jangan asal ngomong stok aman, tapi kenyataan di lapangan masih berkurang,” tegas Musawir.
Musawir berharap tambahan kuota Pertamax yang dijanjikan segera direalisasikan. Ia juga meminta Pertamina mengevaluasi distribusi BBM agar Pertamax tidak kembali kosong di SPBU Pangkalan Bun.
Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya dipaksa berkeliling dari satu SPBU ke SPBU lainnya hanya untuk mendapatkan Pertamax. Jika stok memang aman, semestinya BBM tersebut mudah ditemukan dan tersedia bagi masyarakat.(ko)







