Kobar Dikepung Api 323,82 Hektare Terbakar, 300 Hotspot Terdeteksi

oleh
oleh
Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (11/8/2026)
Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (11/8/2026)

Pangkalan Bun, Kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, sepanjang 2026 mencapai 155 kejadian. Luas lahan yang terbakar mencapai 323,82 hektare, berdasarkan rekapitulasi kejadian bencana BPBD Kobar.

Kepala BPBD Kobar Samuel melalui Plt Kedaruratan dan Logistik, Adnan Santana, mengatakan tingginya angka kejadian tersebut menunjukkan ancaman karhutla masih serius. Terlebih, titik api atau hotspot juga terpantau di sejumlah wilayah Kobar.

“Data yang kami rekap, karhutlah tahun 2026 mencapai 155 kejadian dengan total luas terbakar 323,82 hektare,” ujar Adnan, Selasa (11/8/2026).

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, sebanyak 300 hotspot terdeteksi di Kobar sepanjang 2026. Kecamatan Arut Selatan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 120 titik, disusul Kecamatan Kumai sebanyak 59 titik.

Dari sisi kejadian, Arut Selatan mencapai 79 kasus karhutla dengan luas lahan terbakar 84,175 hektare. Angka tersebut menjadi wilayah ini salah satu kawasan yang paling sering mengalami kebakaran.

Kumai mencatat 52 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 162,79 hektare. Luasan ini menjadi yang terbesar dibandingkan wilayah kecamatan lainnya dalam rekapitulasi BPBD Kobar.

Sementara itu, Kotawaringin Lama mencatat 5 kejadian dengan luas 32,1 hektare. Pangkalan Banteng mencatat 17 kejadian dengan luas 11,75 hektare, sedangkan Pangkalan Lada mencatat dua kejadian dengan luas 7,5 hektare.

Data BPBD juga mencatat adanya penanganan terhadap lahan terbakar. Pada rekap kejadian terbaru, tercatat luas terbakar 115,23 hektare, dengan 44,665 hektare diantaranya telah dipadamkan.

Adnan mengatakan penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman. Pencegahan dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah api meluas, terutama ketika kondisi lahan dengan cuaca mendukung terjadinya kebakaran.

“Jangan melakukan pembakaran lahan sembarangan. Kalau menemukan titik api, segera laporkan supaya bisa ditangani dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” kata Adnan. (ko)