PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Proyeksi pendapatan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Tengah (Bank Kalteng) diperkirakan melonjak signifikan, hingga menembus angka Rp100 miliar pada penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027. Lompatan angka ini, dinilai menjadi peluang emas bagi pemerintah daerah untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui skema pembagian dividen.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Ampera AY Mebas, mengungkapkan penyertaan modal pada Bank Kalteng merupakan komponen paling dominan dalam pos kekayaan daerah yang dipisahkan.
Oleh karena itu, peningkatan kinerja keuangan bank pelat merah tersebut diharapkan berbanding lurus dengan besaran kontribusinya terhadap kas daerah.
“Dalam draf KUA-PPAS 2027, penyertaan modal untuk kekayaan daerah yang dipisahkan memang masih didominasi oleh Bank Kalteng. Dari pembahasan awal, kami mendapat informasi bahwa proyeksi laba mereka naik drastis dari rencana awal Rp27 miliar menjadi sekitar Rp100 miliar,” beber Ampera di Palangka Raya, Kamis (6/8).
Melihat tren positif tersebut, Ampera menaruh harapan besar, agar manajemen Bank Kalteng dapat membagikan dividen secara penuh kepada pemerintah daerah selaku pemegang saham. Ia menginginkan, skema pembagian keuntungan bisa kembali maksimal seperti pencapaian pada tahun 2021 silam.
“Artinya kita sangat berharap dividen Bank Kalteng itu nantinya bisa dibagi 100 persen. Sebab, selama beberapa tahun terakhir pembagiannya belum dilakukan secara penuh lantaran sebagian laba ditahan untuk memperkuat modal bank,” jelasnya.
Politikus ini memaparkan, selama ini rasio pembagian dividen Bank Kalteng hanya berkisar di angka 70 persen, sedangkan sisa 30 persennya ditetapkan sebagai laba ditahan (retained earnings). Seiring dengan meroketnya proyeksi pendapatan pada tahun buku 2026 untuk postur APBD 2027 mendatang, DPRD mendesak agar skema pembagian dividen bisa lebih dioptimalkan guna memperkuat struktur kemandirian fi skal daerah.
“Target-target penerimaan untuk APBD 2027 sudah mulai kita petakan secara cermat dari sekarang. Untuk sementara ini, pembahasan mengenai proyeksi pendapatan yang bersumber dari Bank Kalteng dalam KUAPPAS 2027 sudah cukup clear dan menemukan titik terang,” pungkas Ampera. (rif/ko)







