PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang memicu kepungan kabut asap, di sejumlah wilayah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai menebar ancaman serius bagi kesehatan warga. Memburuknya kualitas udara ini, secara otomatis melipatgandakan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi kelompok rentan.
Merespons kondisi krisis tersebut, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, mendesak pemerintah daerah untuk segera menyiagakan seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Faskes). Ia menginstruksikan, agar jajaran Dinas Kesehatan, rumah sakit daerah, hingga puskesmas di tingkat desa segera memperkuat lini pelayanan.
Menurut Faridawaty, atensi khusus mutlak diberikan kepada kelompok paling berisiko, yakni anakanak, kalangan lanjut usia (lansia), serta warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan.
“Kita minta seluruh rumah sakit dan puskesmas bersiap penuh. Pelayanan medis harus dimaksimalkan, jangan sampai ada satu pun warga yang membutuhkan pertolongan darurat akibat imbas kabut asap justru terhambat pelayanannya,” tegas Faridawaty, Rabu (23/9).
Selain optimalisasi tenaga medis, politikus ini juga mewanti-wanti pentingnya inspeksi ketersediaan logistik secara berkala. Pasokan krusial seperti obat-obatan penanganan ISPA, vitamin, hingga ketersediaan tabung oksigen harus dipastikan dalam kondisi aman, terutama di zona-zona merah yang paparan asapnya sangat pekat.
Langkah mitigasi sejak dini, lanjutnya, sangat menentukan kesiapan daerah manakala terjadi ledakan jumlah pasien di lapangan. “Ketersediaan obat ISPA dan tabung oksigen tidak boleh sampai kosong. Semua harus terdistribusi merata agar kebutuhan darurat masyarakat dapat tertangani dengan cepat dan tepat,” urainya.
Tak hanya mengandalkan benteng fasilitas medis, Faridawaty turut mendesak instansi teknis terkait, untuk turun langsung memberikan perlindungan ekstra bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan. Aksi pembagian masker gratis dinilai mendesak untuk segera digencarkan di berbagai ruang publik, pusat keramaian, hingga persimpangan jalan guna meminimalkan warga terhirup polutan beracun. (zia/ko)






