Kabut Asap Mulai Selimuti Kuala Kurun, DPRD Gunung Mas Ingatkan Bahaya Karhutla

oleh
oleh
Anggota DPRD Gunung Mas Hermanto bersama Direktur RSUD Kuala Kurun Heriyanto saat menghadiri rapat di gedung dewan, Jumat (14/8).
Anggota DPRD Gunung Mas Hermanto bersama Direktur RSUD Kuala Kurun Heriyanto saat menghadiri rapat di gedung dewan, Jumat (14/8).

KUALA KURUN, Kaltengonline.com – Kabut asap mulai menyelimuti Kuala Kurun dan sejumlah wilayah di sekitarnya. Kondisi ini menjadi perhatian DPRD Gunung Mas. Masyarakat pun diingatkan tidak sembarangan membakar hutan maupun lahan.

Anggota DPRD Gunung Mas Hermanto mengatakan, kepedulian terhadap lingkungan harus ditingkatkan, terutama ketika kondisi hutan dan lahan mulai rawan terbakar.

“Jangan sampai karena pembakaran yang dianggap sepele, dampaknya justru dirasakan banyak orang,” pesan Hermanto, Senin (17/8/2026).

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan bukan sekadar persoalan lingkungan. Ketika asap mulai menyelimuti permukiman, masyarakat juga yang harus menanggung dampaknya.

Kabut asap dapat mengganggu aktivitas warga dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan, terutama gangguan saluran pernapasan. Karena itu, kondisi tersebut tidak boleh dianggap remeh apabila terus berlangsung dan meluas.

Hermanto mengajak masyarakat tidak hanya memikirkan kepentingan sesaat, tetapi juga mempertimbangkan dampak yang muncul setelah api dinyalakan.

“Peduli lingkungan bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat juga punya peran penting. Kalau hutan terbakar dan asapnya masuk ke kota, yang merasakan dampaknya ya kita semua,” ujarnya.

Ia pun meminta masyarakat Gunung Mas bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran sembarangan.

“Api mungkin bisa dinyalakan dalam hitungan detik, tetapi asapnya bisa membuat satu daerah sesak berhari-hari. Karena itu, sebelum membakar, kita minta masyarakat berpikir panjang,” pungkas pria yang akrab disapa Sigoi tersebut. (nya/ko)