PAD Palangka Raya Naik Rp16 Miliar, DPRD Dorong Anggaran Fokus pada Kesejahteraan Warga

oleh
oleh
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Kabar positif datang dari kondisi fiskal Kota Palangka Raya. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Perubahan APBD 2026 diproyeksikan naik lebih dari Rp16 miliar.

Kenaikan itu mencuat dalam pembahasan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) antara DPRD dan Pemerintah Kota Palangka Raya.

Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Subandi, mengatakan peningkatan PAD menjadi sinyal positif bagi kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Dari kenaikan pendapatan tersebut, salah satunya berasal dari PAD. Yang awalnya tidak ada peningkatan, kemudian melalui proses pembahasan ada kenaikan sekitar Rp16 miliar,” ujarnya, Jumat (14/8).

Dalam APBD murni 2026, target PAD ditetapkan Rp359,4 miliar. Setelah pembahasan perubahan KUA-PPAS, target tersebut meningkat menjadi sekitar Rp375,7 miliar.

Menurut Subandi, tambahan pendapatan tersebut menunjukkan adanya upaya mengoptimalkan potensi penerimaan daerah. Selain PAD, Kota Palangka Raya juga mendapat tambahan dana transfer dari pemerintah pusat.

“Kami juga mengapresiasi pemerintah kota karena terdapat tambahan pendapatan dari pemerintah pusat melalui dana transfer yang tentunya akan mendukung pelaksanaan program-program pembangunan daerah,” katanya.

Namun, Subandi mengingatkan kenaikan pendapatan harus diikuti dengan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran. Tambahan ruang fiskal, kata dia, harus dikembalikan kepada masyarakat melalui program yang benar-benar dibutuhkan.

DPRD akan terus mengawal penyusunan APBD perubahan agar tambahan pendapatan tersebut tidak sekadar tercatat dalam dokumen anggaran, tetapi berdampak langsung terhadap pelayanan publik dan kesejahteraan warga.

Setelah pagu anggaran disepakati dalam perubahan KUA-PPAS, pemerintah kota akan menyusun kembali Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) masing-masing organisasi perangkat daerah sesuai alokasi yang telah ditetapkan.

Subandi berharap peningkatan PAD menjadi momentum memperkuat program prioritas, terutama yang menyentuh kebutuhan dasar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Palangka Raya.

“Harapan kami, peningkatan pendapatan daerah ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membiayai program prioritas dan kebutuhan masyarakat Kota Palangka Raya,” pungkasnya. (zia/ko)