Pangkalan Bun, kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, terus meluas. Hingga Agustus 2026, tercatat 189 kejadian Karhutla dengan total lahan terbakar mencapai 859,490 hektare.
Kondisi tersebut membuat Bupati Kobar Hj Nurhidayah memperpanjang status tanggap darurat Karhutla. Status yang sebelumnya berakhir 20 Agustus diperpanjang menjadi 21 Agustus hingga 4 September 2026.
Perpanjangan dilakukan untuk memperkuat penanganan di lapangan dan mengantisipasi potensi kebakaran yang masih tinggi akibat cuaca panas.
“Untuk wilayah Kalimantan Tengah ini, Kobar menduduki peringkat kedua untuk luasan Karhutla. Hal ini menjadi perhatian seluruh tim Satgas agar lebih waspada dan cepat merespons laporan kejadian,” kata Nurhidayah saat meninjau Posko Induk Tanggap Darurat Karhutla di Kantor BPBD Kobar, Selasa (18/8/2026).
Didampingi Wakil Bupati Suyanto dan Sekda Kobar Rody Iskandar, Nurhidayah mengecek kesiapan posko, personel, sarana prasarana, hingga dapur umum.
Ia meminta Posko Induk tetap aktif selama 24 jam. Petugas juga diminta berjaga bergantian agar setiap laporan kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.
Tim kesehatan turut diminta siaga dengan menyediakan masker dan oksigen untuk mengantisipasi dampak asap. Sementara itu, dapur umum disiapkan untuk mendukung kebutuhan petugas di lapangan.
Penanganan Karhutla masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber air dan personel. Banyaknya titik kebakaran membuat kekuatan Satgas harus dibagi.
Pemerintah daerah juga mengandalkan Masyarakat Peduli Api (MPA) di sejumlah desa untuk membantu penanganan awal dan mencegah api meluas.
Nurhidayah meminta seluruh unsur Satgas memperkuat koordinasi dan bekerja dalam satu komando. Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan maupun membakar sampah dengan cara yang berpotensi memicu kebakaran.
Perpanjangan status tanggap darurat telah disampaikan kepada Gubernur Kalimantan Tengah untuk proses pengesahan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan karena api dapat dengan cepat merembet dalam kondisi panas ekstrem.(bob)







