Kemerdekaan Dorong Perempuan Berdaya dan Generasi Cinta Tanah Air

oleh
oleh
Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh.
Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh.

PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan. Semangat kemerdekaan juga dinilai perlu diterjemahkan melalui upaya membangun generasi yang memiliki rasa cinta tanah air sekaligus menciptakan ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk tumbuh, mandiri, dan berkontribusi dalam pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, pada momentum peringatan HUT ke-81 RI, Senin (17/8).

Sri Ani menilai, penanaman nilai kebangsaan kepada anak didik perlu dilakukan sejak usia dini. Menurutnya, rasa cinta terhadap tanah air tidak cukup hanya disampaikan melalui seremoni peringatan hari kemerdekaan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

“Memaknai kemerdekaan RI ke-81 ini, kita perlu tanamkan kepada anak didik kita untuk selalu cinta tanah air,” ujarnya.

Ia menilai, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, serta rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan daerah.

Menurutnya, generasi muda merupakan penerus pembangunan. Karena itu, nilai-nilai kebangsaan perlu terus diperkuat agar anak- anak tumbuh menjadi pribadi yang menghargai perjuangan para pendahulu dan memiliki keinginan untuk memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

Di sisi lain, momentum kemerdekaan juga menjadi pengingat pentingnya memperkuat pemberdayaan perempuan. Sri Ani menegaskan, perempuan harus memiliki kemandirian dan karakter yang kuat agar mampu mengambil peran lebih besar dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat.

“Pemberdayaan perempuan bukan hanya soal kesetaraan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat secara luas. Perempuan yang berdaya akan mampu berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah,” tuturnya.

Legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebut, perempuan memiliki posisi penting dalam membangun kesejahteraan keluarga. Ketika perempuan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan kemandiriannya, dampaknya dinilai tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga keluarga hingga lingkungan sosial di sekitarnya.

“Perempuan yang diberdayakan dapat menjadi motor penggerak perubahan, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun politik,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah da pat terus menghadirkan kebijakan dan program yang memberikan ruang bagi perempuan untuk ber kembang. Dengan dukungan tersebut, perempuan di Palangka Raya diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga tampil sebagai bagian penting yang ikut menentukan arah pembangunan.

“Pemerintah daerah perlu mem berikan dukungan dan akses lebih luas agar perempuan dapat berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya. (zia/ans/ko)