PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Dukungan pemerintah pusat untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali diperkuat. Sejumlah tambahan peralatan dan personel disiapkan, mulai dari armada water bombing hingga ekskavator untuk membantu penanganan kebakaran dilapangan.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, dalam pembahasan bersama pemerintah pusat, sejumlah kebutuhan daerah menjadi perhatian dan akan ditindaklanjuti.
Bantuan tersebut nantinya disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah provinsi.
“Misalnya water bombing akan ditambah tiga sampai empat. Kemudian beliau (Presiden RI Prabowo Subianto) bertanya mengenai kanal, ada penambahan sebanyak 10 ekskavator, itu sudah dihitung juga sebagai bantuan tambahan,” kata Fairid, Sabtu (22/8).
Jumlah ekskavator sebelumnya tersedia empat unit di tingkat provinsi akan ditingkatkan menjadi 10 unit. Peralatan tersebut diperlukan untuk mendukung penanganan kanal maupun membuka akses menuju lokasi yang sulit dijangkau. Selain itu penambahan Water Bombing kisaran 3-4 armada.
Selain peralatan, penguatan personel juga menjadi bagian dari dukungan tersebut. Fairid menyebut unsur TNI akan turut dilibatkan dalam penanganan karhutla. Khusus di Kota Palangka Raya, terdapat tambahan 40 personel dari Kodim yang akan membantu relawan di lapangan.
“Di Kota Palangka Raya ada tambahan personel dari Kodim sebanyak 40 orang untuk membantu relawan, di luar tim yang sudah dikomando dari kota,” ungkapnya.
Bantuan tidak hanya berupa armada pemadaman dan personel. Kebutuhan mesin air serta alat pelindung diri (APD) juga akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di masing-masing daerah. Penguatan tersebut diharapkan membuat respons terhadap titik api dapat dilakukan lebih cepat.
Di sisi lain, Fairid menyampaikan Presiden RI Prabowo mengapresiasi terhadap kondisi karhutla di Kalteng yang secara luasan relatif lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang dibahas, luas lahan terbakar di Kalteng tahun ini sekitar 7.000 hektare. Angka tersebut jauh lebih kecil dibandingkan 2019 yang mencapai ratusan ribu hektare.
“Beliau mengapresiasi karena angka kebakaran lahan daripada tahun-tahun sebelumnya jauh lebih kecil. Saat ini sekitar 7.000 hektare, kalau tahun 2019 saja itu ratusan ribu,” ujarnya. (afa/ans/ko)







