Karhutla Kobar Kepung Habitat, ke Mana Orangutan Menyelamatkan Diri?

oleh
oleh

PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, semakin mengkhawatirkan. Hingga Selasa (1/9/2026), luas lahan terbakar mencapai 1.717,458 hektare dengan 1.160 titik panas (hotspot) terdeteksi.

Besarnya luasan karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga habitat satwa liar yang dilindungi. Salah satu yang menjadi perhatian Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah adalah orangutan yang hidup di kawasan hutan terdampak.

Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II Pangkalan Bun, BKSDA Kalimantan Tengah, Handi Nasoka, S.Hut., mengatakan habitat satwa dilindungi dipastikan terdampak akibat kebakaran yang terus meluas.

“Habitat hewan dilindungi pastinya terdampak. Orangutan misalnya mencari tempat yang lebih aman,” kata Handi, Selasa (1/9/2026).

Orangutan Terancam Kehilangan Habitat

Ketika habitatnya terpapar api, orangutan berpotensi bergerak meninggalkan kawasan terdampak untuk mencari tempat yang lebih aman. Kondisi tersebut membuat keberadaan satwa dilindungi di sekitar lokasi karhutla menjadi perhatian BKSDA.

BKSDA bersama Satgas Karhutla saat ini tidak hanya melakukan penanganan kebakaran, tetapi juga memantau kemungkinan adanya satwa yang terdampak.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan satwa liar di sekitar kawasan kebakaran tidak luput dari penanganan.

“Kami bersama-sama Satgas Karhutla juga sedang melakukan penanganan karhutla, sambil melihat satwa yang terdampak,” ujarnya.

Sejauh ini, petugas telah menemukan sejumlah satwa yang terdampak karhutla, di antaranya ular dan trenggiling.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa dampak kebakaran tidak hanya terlihat dari luas lahan yang hangus. Karhutla juga mengancam kehidupan satwa yang bergantung pada hutan sebagai habitatnya.

BKSDA Siap Evakuasi Orangutan

Handi mengatakan orangutan yang terdampak karhutla perlu mendapat penanganan cepat. Apabila satwa tersebut ditemukan di lokasi yang tidak aman, BKSDA akan melakukan evakuasi ke kawasan yang lebih aman.

“Kita berharap apabila menemukan orangutan segera melaporkan kepada kami dan langsung akan kami evakuasi ke tempat yang lebih aman,” jelasnya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak menangkap atau menangani sendiri orangutan yang ditemukan keluar dari habitatnya akibat kebakaran. Warga diharapkan segera melaporkan temuan tersebut kepada BKSDA agar dapat ditangani oleh petugas.

Dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 1.700 hektare, ancaman terhadap habitat satwa liar di Kobar menjadi perhatian serius.

Di tengah karhutla yang masih terus ditangani, keselamatan orangutan dan satwa liar lainnya menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi dampak kebakaran terhadap ekosistem hutan.