PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, memperkuat kolaborasi menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kemarau yang masih berlangsung.
Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan penanganan karhutla dan dampak asap tidak bisa dilakukan oleh satu instansi. Dibutuhkan kerja sama seluruh pihak agar penanganan berjalan cepat dan aktivitas masyarakat tetap berlangsung.
“Penanganan karhutla harus dilakukan secara komprehensif dan bersama-sama. Pemerintah daerah didukung TNI/Polri, BPBD, Damkar, MPA, Manggala Agni, PMI, organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha,” kata Nurhidayah.
Menurutnya, setiap unsur memiliki peran mulai dari pencegahan, pemantauan wilayah rawan, patroli, pemadaman hingga membantu masyarakat terdampak.
Nurhidayah menegaskan pemerintah tidak hanya fokus memadamkan api. Dampak karhutla terhadap masyarakat juga menjadi perhatian, terutama sektor pelayanan publik, pendidikan dan kesehatan.
“Yang kita jaga bukan hanya lahannya, tetapi masyarakatnya. Pelayanan publik harus tetap berjalan, pendidikan tetap berjalan, dan kesehatan masyarakat juga harus kita perhatikan,” ujarnya, Jumat (4/9/2026).
Di sektor pendidikan, kondisi kualitas udara menjadi pertimbangan dalam kegiatan belajar mengajar. Jika asap masih pekat dan tidak memungkinkan pembelajaran tatap muka, sekolah dapat menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Nurhidayah menegaskan PJJ bukan berarti kegiatan belajar dihentikan. Kebijakan tersebut merupakan penyesuaian agar pendidikan tetap berjalan dengan mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan siswa.
“Kalau asap masih pekat, pembelajaran bisa dilakukan melalui PJJ. Jadi bukan diliburkan, pendidikan tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi,” katanya.
Pemerintah juga terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak asap, khususnya terhadap kesehatan masyarakat.
Koordinasi antarinstansi dilakukan sesuai perkembangan karhutla dan kualitas udara.
Nurhidayah mengajak masyarakat dan dunia usaha ikut mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan.
“Harapan kita Kobar tetap biru, masyarakat bisa beraktivitas dengan baik, pelayanan publik berjalan, pendidikan berjalan dan kesehatan masyarakat tetap terjaga. Ini membutuhkan dukungan dan kerja sama kita semua,” pungkasnya.(bob)







