PANGKALAN BUN, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengerahkan tim gabungan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api meluas.
Berdasarkan rekapitulasi BPBD Kobar hingga Senin (31/8/2026) pukul 08.00 WIB, tercatat 275 kejadian karhutla dengan total lahan terbakar mencapai 1.717,458 hektare sepanjang 2026.
Wakil Bupati Kobar Suyanto bersama Sekda Kobar Rody Iskandar turun langsung meninjau lokasi karhutla di Jalan Pangkalan Bun-Kolam Km 15. Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan oleh Satgas Karhutla berjalan di lapangan.
Suyanto mengatakan karhutla tidak dapat ditangani oleh satu pihak. Menurutnya, sinergi dan gerak cepat seluruh unsur diperlukan untuk mengendalikan kebakaran yang terjadi di sejumlah lokasi.
Tim gabungan di Km 15 langsung melakukan pemadaman untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke area yang lebih luas.
Ancaman karhutla juga terlihat dari tingginya jumlah hotspot di Kobar. Data SiPongi Kementerian Kehutanan RI mencatat 1.160 hotspot hingga 31 Agustus 2026, dengan 1.033 titik di antaranya terdeteksi sepanjang Agustus.
Kecamatan Arut Selatan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 762 titik. Selanjutnya Kumai 197 titik, Arut Utara 88 titik, Kotawaringin Lama 88 titik, Pangkalan Banteng 21 titik, dan Pangkalan Lada 4 titik.
Sekda Kobar Rody Iskandar mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan karhutla dan memperkuat koordinasi antarinstansi. Keberadaan tim gabungan di lapangan dinilai penting untuk mempercepat penanganan titik api yang berpotensi meluas.
Pemkab Kobar memastikan penanganan karhutla dilakukan secara terpadu. Hingga akhir Agustus 2026, 1.717,458 hektare lahan terbakar dan 1.160 hotspot tercatat di Kobar.(bob)







