PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinkes Kobar Hardino mengatakan, perkembangan kasus terus dipantau melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Kasus tertinggi tercatat pada minggu ke-32, yakni sekitar 515 kasus.
“Tren kasus ISPA menunjukkan pola fluktuatif dengan peningkatan yang cukup nyata pada minggu ke-28 sampai minggu ke-32,” ujar Hardino, Kamis (27/8/2026).
Berdasarkan data lima fasilitas kesehatan dengan kasus tertinggi, total tercatat 6.073 kasus. Rinciannya, PKM Sungai Rangit 1.933 kasus, PKM Madurejo 1.169 kasus, PKM Kumai 1.152 kasus, PKM Karang Mulya 914 kasus dan PKM Mendawai 905 kasus.
Dinkes Kobar menegaskan angka tersebut bukan total seluruh kasus ISPA di Kobar, melainkan akumulasi dari lima fasilitas kesehatan dengan jumlah kasus tertinggi.
Selain ISPA, Dinkes juga memantau kasus pneumonia, kelompok umur, wilayah kasus serta kondisi kualitas udara untuk menentukan langkah kewaspadaan.
Fasilitas kesehatan diminta memastikan ketersediaan obat, bahan medis habis pakai dan oksigen. Penguatan pos kesehatan juga disiapkan jika kondisi udara memburuk.
Hardino mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah saat asap pekat, menggunakan masker yang sesuai dan segera memeriksakan diri jika mengalami sesak napas, napas cepat, demam tinggi atau kondisi kesehatan memburuk.(bob)







