Pangkalan Bun, Kaltengonline.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin pekat menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng). Di tengah kondisi tersebut, kepedulian terhadap masyarakat terdampak mulai diwujudkan melalui pembagian masker.
Sebanyak 15.000 masker dibagikan kepada masyarakat di tiga daerah yang mengalami dampak kabut asap cukup parah, yakni Kotawaringin Barat (Kobar), Kotawaringin Timur (Kotim), dan Palangka Raya. Kegiatan tersebut dilakukan atas instruksi Mukhtaruddin bersama Partai Golkar.
Koordinator Tim, Alghifari Mushtopan mengatakan, khusus di Kobar sebanyak 5.000 masker dibagikan kepada masyarakat pada Rabu (26/8/2026). Pembagian dilakukan di sejumlah titik untuk menjangkau warga yang membutuhkan.
“Atas instruksi Pak Mukhtaruddin, beliau bersama Partai Golkar membagikan 15.000 masker di Kalimantan Tengah. Untuk Kotawaringin Barat sendiri pagi ini kami membagikan sekitar 5.000 masker,” kata Alghifari, Rabu (26/8/2026).
Menurut Alghifari, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk keprihatinan Mukhtaruddin terhadap kondisi cuaca dan kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap. Masker dibagikan untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap saat beraktivitas.
“Beliau prihatin dengan kondisi cuaca dan kondisi udara yang ada di Kotawaringin Barat. Untuk melindungi masyarakatnya, beliau berinisiatif membagikan 5.000 masker,” ujarnya.
Alghifari menyebut tiga wilayah yang menjadi sasaran pembagian masker merupakan daerah yang dinilai mengalami kondisi kabut asap cukup parah. Karena itu, bantuan perlindungan sederhana seperti masker dinilai penting bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua AMPG Kobar, Sanov, mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat di tengah situasi karhutla yang belum mereda.
Menurutnya, masyarakat tetap membutuhkan perlindungan karena aktivitas sehari-hari tidak bisa sepenuhnya dihentikan meski kondisi udara sedang dipengaruhi asap. Masker diharapkan dapat digunakan warga ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Pembagian masker ini juga menjadi pengingat agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Terlebih, karhutla masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Kalteng.
Sebanyak 15.000 masker tersebut selanjutnya diharapkan dapat membantu warga di Kobar, Kotim, dan Palangka Raya menghadapi kondisi kabut asap. Khusus Kobar, 5.000 masker dibagikan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang tengah menghadapi pekatnya asap karhutla. (ko)







