PALANGKA RAYA, Kaltengonline.com – Cuaca panas terik dan kondisi lingkungan yang kian mengering, membuat ancaman kebakaran di kawasan permukiman tak boleh dipandang sebelah mata. Api sekecil apa pun bisa dengan cepat membesar dan menjalar liar, apabila luput dari pengawasan.
Menyoroti tingginya potensi bencana tersebut, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Arif M Norkim, mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap aktivitas harian di dalam rumah. Musim kemarau secara langsung melipatgandakan risiko kebakaran, terlebih jika sumber api berdekatan dengan material yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra di musim kemarau. Jangan sampai kelalaian kecil yang berkaitan dengan api justru menjadi pemicu bencana yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” kata Arif, Jumat (4/9).
Arif meminta, warga untuk mulai membangun kebiasaan disiplin dalam rumah tangga. Ia mencontohkan, langkah sederhana seperti memastikan kompor, lilin, obat nyamuk bakar, maupun aktivitas pembakaran sampah tidak ditinggalkan begitu saja sebelum dipastikan benar-benar padam.
Selain pengawasan terhadap api fisik, ancaman dari arus pendek atau korsleting listrik juga patut diantisipasi secara serius. Ia mengingatkan, warga untuk rutin memeriksa kondisi kabel, stopkontak, dan peralatan elektronik.
“Kalau ada kabel yang terkelupas atau instalasi listrik yang usianya sudah tidak layak, segera perbaiki atau ganti. Jangan dibiarkan. Penggunaan beban peralatan listrik juga harus dikontrol, agar tidak memicu panas berlebih yang berujung korsleting,” ujarnya mengingatkan.
Lebih lanjut, politikus ini mendorong setiap keluarga memiliki kesiagaan mitigasi bencana secara mandiri. Mitigasi awal dapat dilakukan dengan mengetahui cara memadamkan api, menyediakan sumber air atau Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di area yang mudah dijangkau, serta memastikan jalur keluar rumah tidak terhalang tumpukan barang.
“Petugas pemadam kebakaran tentu selalu bersiaga penuh membantu warga. Namun, yang jauh lebih krusial adalah upaya preventif kita bersama. Benteng pencegahan utama ada pada kewaspadaan setiap penghuni di rumahnya masing-masing,” pungkasnya. (zia/ko)






