MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Bencana kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kian memburuk, dan membuat kualitas udara masuk kategori tidak sehat. Merespons kondisi darurat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara mengambil langkah cepat dengan menerbitkan Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 100.3.4.2/73/SETDA/IX/2026.
Melalui edaran tersebut, Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT menginstruksikan, seluruh jajaran kepala perangkat daerah untuk segera mengambil langkah antisipatif. Salah satu kebijakan krusial yang ditegaskan adalah pengalihan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menjadi Belajar dari Rumah (BDR) atau daring, guna melindungi anak-anak dari paparan kabut asap beracun.
Selain dunia pendidikan, bupati juga melarang seluruh aktivitas luar ruangan yang dinilai tidak mendesak. “Kami menginstruksikan penghentian sementara kegiatan seperti apel pagi dan sore, senam, olahraga, serta upacara kedinasan. Bahkan, kegiatan Car Free Day (CFD) ditiadakan, hingga kualitas udara kembali normal atau dalam kategori sehat,” urai edaran tersebut.
Meski terdapat pembatasan aktivitas luar, SE itu menjamin, para Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap wajib melaksanakan tugasnya. Pelayanan dasar publik dipastikan terus berjalan normal, di tengah kepungan kabut asap.
Kebijakan strategis ini, merupakan tindak lanjut dari eskalasi Karhutla di Barito Utara yang terus melonjak. Hingga 31 Agustus 2026, luasan lahan yang hangus terbakar telah mencapai 124,19 hektare dari 182 kejadian, dengan pantauan 405 titik panas. Puncak lonjakan paling parah terjadi sepanjang Agustus lalu, dengan 192 hotspot dan 102 kejadian Karhutla.
“Dengan tingginya intensitas tersebut, Barito Utara saat ini berstatus Siaga Darurat Bencana Karhutla selama 60 hari, terhitung sejak 1 Agustus hingga 29 September 2026,” tegas Shalahuddin saat menghadiri Rapat Koordinasi Karhutla, di Aula Jayang Tingang, Palangka Raya, Jumat (4/9).
Di tempat terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara, Mochamad Ikhsan, menyatakan pihaknya terus memperkuat sinergi lintas sektor, guna menekan kemunculan titik api baru. “Kondisi meteorologis saat ini menunjukkan tingginya potensi bahaya kebakaran, sehingga operasi penanganan kami pusatkan pada sejumlah wilayah prioritas,” jelas Ikhsan.
Pemerintah daerah terus mengimbau warga, agar mengurangi aktivitas di luar rumah, disiplin menggunakan masker, dan segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan. Upaya masif pemadaman darat dan udara juga terus digencarkan, guna mengembalikan kualitas udara demi keselamatan masyarakat luas. (ren/ko)






