BMKG Ingatkan Karhutla Kobar, PM2.5 Tembus 357,3 dan Masuk Kategori Berbahaya

oleh
oleh

PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, belum sepenuhnya meredakan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG mengingatkan hujan masih bersifat lokal dan belum merata membasahi wilayah Kobar. Di sisi lain, kualitas udara kembali memburuk pada Kamis (10/9/2026) pagi.

Pantauan Stasiun Meteorologi Iskandar menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 357,3 mikrogram per meter kubik (μg/m³) sekitar pukul 06.07 WIB. Angka tersebut masuk kategori berbahaya.

Forecaster on Duty BMKG Kotawaringin, Ni Kadek Trisna Dewi, S.Tr, mengatakan kualitas udara mulai memburuk sekitar pukul 04.00 WIB. Konsentrasi PM2.5 naik dari 83,2 μg/m³ pada pukul 04.06 WIB menjadi 245,8 μg/m³ pada pukul 05.06 WIB.

Satu jam kemudian, PM2.5 kembali melonjak hingga 357,3 μg/m³. Sebelumnya, konsentrasi partikulat masih berada di level 25,3 μg/m³ pada pukul 00.06 WIB.

Selain kualitas udara, kondisi lahan juga masih rawan terbakar. Berdasarkan peta Fine Fuel Moisture Code (FFMC) 10 September 2026, Kobar dan wilayah sekitarnya berada dalam kategori Very High atau sangat mudah terbakar.

BMKG menyebut cuaca beberapa hari ke depan masih didominasi cerah hingga berawan. Kondisi tersebut membuat potensi karhutla dan penurunan kualitas udara akibat asap tetap perlu diwaspadai.

Masyarakat diminta tidak lengah meski hujan sempat turun. Pencegahan karhutla tetap perlu diperkuat untuk mencegah api kembali meluas dan kualitas udara semakin memburuk.(bob)