Pangkalan Bun, Kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berkembang di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, membuat penanganan diperkuat melalui operasi udara. Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan helikopter water bombing segera dikerahkan untuk mendukung pemadaman karhutla. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Hal itu disampaikan Nurhidayah saat rapat koordinasi di Posko Induk Penanganan Karhutla di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Sabtu (12/9/2026). Menurutnya, kondisi karhutla saat ini membutuhkan respons cepat dan dukungan dari berbagai unsur.
Berdasarkan surat Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah tertanggal 11 September 2026, helikopter water bombing tipe Super Puma AS332L dengan registrasi C-FPUM milik PT Dominic Asasta Aviasi akan direposisi ke Bandara Iskandar Pangkalan Bun paling lambat 12 September 2026.
Nurhidayah menegaskan operasi udara nantinya diprioritaskan untuk titik-titik kebakaran yang sulit ditangani dari darat. Kehadiran helikopter diharapkan dapat mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api terus menjalar.
“Operasi udara nantinya akan diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, sehingga pemadaman dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif,” kata Nurhidayah.
TNTP menjadi perhatian khusus karena karakteristik medan kawasan konservasi tersebut menyulitkan akses personel dan kendaraan pemadam. Dengan dukungan water bombing, titik api di kawasan yang sulit dijangkau diharapkan dapat ditangani dari udara.
Penanganan karhutla di TNTP dinilai penting bukan hanya untuk mengendalikan api, tetapi juga melindungi kawasan konservasi dan habitat satwa yang ada di dalamnya. Pencegahan penjalaran api menjadi salah satu prioritas agar dampak kebakaran tidak semakin meluas.
Selain TNTP, Pemkab Kobar juga memantau sejumlah titik karhutla yang berpotensi mendekati kawasan strategis dan permukiman. Salah satunya berada di ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama KM 20, dengan api mulai merangsek mendekati kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKM) Danau Masoraian.
Nurhidayah meminta seluruh unsur Satgas Penanganan Karhutla memperkuat koordinasi dan melakukan pemantauan sejak dini. Camat, lurah dan kepala desa diminta segera melaporkan setiap indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sebelum api berkembang semakin besar.
“Penting sekali keterlibatan seluruh unsur, termasuk camat, lurah dan kepala desa, dalam melakukan pemantauan serta pencegahan sejak dini. Setiap indikasi kebakaran harus segera dilaporkan agar dapat ditangani sebelum berkembang menjadi lebih besar,” imbuhnya. Dukungan helikopter water bombing diharapkan menjadi penguat upaya pemadaman darat untuk melindungi TNTP dan kawasan lain yang terancam karhutla.






