PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengepung Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Minggu (13/9/2026).
Kondisi tersebut membuat jarak pandang di KM 15 hingga KM 22 terganggu. Posko Induk Karhutla Kobar mengimbau masyarakat untuk sementara menghindari jalur tersebut demi keselamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel membenarkan imbauan itu. Ia meminta warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman.
“Benar, saat ini masyarakat diimbau untuk sementara menghindari atau menunda perjalanan di jalur KM 15 sampai KM 22 karena kondisi asap,” ujar Samuel.
Imbauan terutama ditujukan kepada anak-anak, lansia, ibu hamil serta warga yang memiliki riwayat asma dan gangguan pernapasan.
Danton TRC BPBD Kobar Sayed Abdul Badawi mengatakan asap di lokasi sangat pekat dan menghambat petugas melakukan pemadaman. “Asap dari KM 15 sampai KM 22 sangat pekat, full asap. Kami petugas belum menyerah dan berusaha semampu mungkin,” katanya.
Sayed menjelaskan, petugas dapat mengambil jeda jika asap semakin pekat dan membahayakan kondisi fisik. Langkah itu dilakukan untuk menjaga keselamatan personel agar dapat kembali melanjutkan penanganan karhutla.
“Kalau asap pekat terus mengepung kami, lebih baik kami mundur sesaat. Bukan menyerah, ini demi menjaga kondisi tubuh,” tegasnya. (bob)






