MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Desa Mampuak I di Kecamatan Teweh Timur, resmi menorehkan sejarah baru bagi sektor kesehatan Kabupaten Barito Utara. Desa ini secara resmi dicanangkan sebagai Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) pertama, dan satu-satunya di wilayah Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
Pencanangan status membanggakan tersebut, ditandai dengan peluncuran Desa Siaga TBC sekaligus Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), Kamis (17/9). Agenda strategis ini diresmikan langsung oleh Ketua Tim Penggerak (TP) Posyandu Kabupaten Barito Utara, Hj Maya Savitri Shalahuddin, dengan didampingi jajaran pemerintah kecamatan dan desa setempat.
Camat Teweh Timur, Mundawan, menegaskan predikat pionir yang disandang Desa Mampuak I, merupakan langkah taktis dalam memerangi penyakit menular. Menurutnya, penanggulangan TBC tidak akan pernah tuntas jika hanya membebankan tugas kepada tenaga kesehatan semata.
“Desa Siaga TBC di Mampuak I ini adalah yang pertama di Barito Utara. Penanggulangan penyakit ini, mutlak membutuhkan keterlibatan aktif lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, kader kesehatan, keluarga, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen warga,” urai Mundawan dalam sambutannya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua TP Posyandu Barito Utara, Hj Maya Savitri Shalahuddin, menyoroti urgensi penghapusan stigma negatif yang selama ini, kerap melekat pada penderita TBC. Ia mengajak, masyarakat untuk merangkul para pasien dan mengoptimalkan fungsi Posyandu sebagai garda terdepan penanganan medis di tingkat desa.
“Mulai hari ini, jangan ada lagi stigma buruk dan jangan biarkan ada warga yang merasa berjuang sendirian menghadapi TBC. Mari jadikan Posyandu sebagai wadah yang proaktif, serta jadikan Desa Siaga ini sebagai gerakan kolektif menuju Mampuak I yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” pesan Maya Savitri.
Peluncuran program ini, dipastikan tidak sekadar berhenti pada panggung seremonial. Kehadiran Posyandu 6 SPM dirancang, agar masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang terintegrasi secara utuh, mulai dari pemantauan gizi balita, kesehatan ibu hamil, hingga penekanan angka penularan TBC secara berkelanjutan.
Melalui komitmen kuat antara aparatur desa dan para kader kesehatan, Desa Mampuak I diproyeksikan menjadi percontohan bagi desa-desa lain, di Kabupaten Barito Utara dalam mewujudkan lingkungan yang terbebas dari ancaman dan stigma TBC. (ren/ko)






