PANGKALAN BUN, kaltengonline.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mendapat sorotan tokoh masyarakat Kumai, Ahmad Subandi.
Mantan anggota DPRD Kobar itu mempertanyakan respons penanganan sejak titik api terdeteksi hingga dukungan anggaran dan logistik bagi petugas di lapangan.
Ahmad mengatakan, TNTP memiliki ekosistem dan keanekaragaman hayati yang penting. Karena itu, penanganan karhutla harus dilakukan sejak dini dan tidak menunggu api meluas.
“Kalau titik api memang sudah terdeteksi sejak Agustus, perlu dilihat bagaimana respons sejak saat itu. Jangan sampai penanganan baru diperkuat ketika api sudah meluas,” kata Ahmad, Rabu (30/9/2026).
Ia juga meminta penyebab kebakaran ditelusuri secara menyeluruh. Menurutnya, masyarakat sekitar tidak boleh langsung disalahkan tanpa pembuktian yang jelas.
Selain respons, Ahmad menyoroti dukungan logistik untuk Masyarakat Peduli Api (MPA). Ia mengaku mendapat informasi masih ada kendala BBM dan logistik bagi petugas di lapangan.






