KUALA KAPUAS, Kaltengonline.com – Pelestarian budaya lokal mulai ditanamkan lebih kuat di lingkungan sekolah. Pemerintah Kabupaten Kapuas mencanangkan Kamis Hanjak Berbudaya di SMP Negeri 2 Pulau Petak, Kamis (1/10).
Program tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal sekaligus mempraktikkan budaya Dayak. Tak sekadar mengenalkan tradisi, kegiatan ini diarahkan untuk membentuk karakter dan menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya daerah sejak bangku sekolah.
Wakil Bupati Kapuas Dodo mengapresiasi SMPN 2 Pulau Petak dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas yang menginisiasi program tersebut. Menurutnya, sejumlah sekolah mulai menerapkan kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya menjaga budaya lokal.
“Ada berbagai potensi budaya Suku Dayak yang dilestarikan. Kita sangat mengapresiasi SMPN 2 Pulau Petak maupun Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas yang telah menginisiasi kegiatan ini, sehingga beberapa sekolah sudah melaksanakannya,” ujar Dodo.
Dia berharap Kamis Hanjak Berbudaya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari keseharian pelajar sehingga budaya Dayak tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kita ingin anak-anak memiliki rasa bangga terhadap budaya daerah. Mereka juga harus mampu menghargai dan ikut melestarikan budaya Dayak sebagai bagian dari identitas masyarakat Kabupaten Kapuas,” katanya.
Pencanangan tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan Bupati Kapuas H. M. Wiyatno melalui Surat Edaran Nomor 400.6.1/123/DISDIK/I/2026 tentang penggunaan lawung/sumping dan bahasa Dayak sebagai bahasa pengantar di satuan pendidikan se-Kabupaten Kapuas pada hari tertentu.
Kebijakan itu menjadi salah satu langkah pemerintah daerah menjaga keberadaan budaya lokal sekaligus memasukkan nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan karakter.
Dalam kegiatan tersebut, Dodo yang juga Ketua KORMI Kabupaten Kapuas menyerahkan bantuan kepada SMPN 2 Pulau Petak berupa dua buah sipet, satu papan target, dan 12 buah damek (anak sumpit). Bantuan itu diharapkan mendukung pengenalan olahraga tradisional kepada para pelajar.
Turut hadir Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Budi Kurniawan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Dr. H. Suwarno Muriyat, perwakilan Kecamatan Pulau Petak, Kepala SMPN 2 Pulau Petak Rahma Fitri Awal, Mantir Sei Tatas Hilir Tanduh, dewan guru, serta para siswa. (art/ko)






