Ketua DPRD Barito Utara Dukung Politeknik Muara Teweh Buka Prodi D-IV

oleh
oleh
Hj Mery Rukaini, Anggota DPRD Barito Utara
Hj Mery Rukaini, Anggota DPRD Barito Utara

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com — Perhelatan Wisuda Ke-XII Program Ahli Madya (D-III) Politeknik Muara Teweh (Polimat) Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar, di Gedung Balai Antang, Rabu (21/10), berlangsung khidmat.

Sebanyak 84 mahasiswa resmi dikukuhkan, menjadi lulusan baru yang siap menjawab tantangan dunia kerja dan memajukan sektor industri di Kabupaten Barito Utara.

Kehadiran unsur pimpinan daerah dan legislatif, dalam rapat senat terbuka tersebut mempertegas dukungan pemerintah, terhadap pengembangan vokasi di daerah. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara, Ir Hj Mery Rukaini MIP yang turut hadir, menegaskan komitmen lembaganya dalam mengawal penguatan Polimat, sebagai kawah candradimuka pencetak Sumber Daya Manusia (SDM) lokal berdaya saing.

Politikus senior ini menyatakan, kesiapannya untuk mendukung penuh pengembangan fasilitas, hingga peningkatan strata program studi Politeknik menjadi Diploma IV (D-IV).

“Kami di DPRD Barito Utara berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik dari sisi kebijakan maupun fasilitasi anggaran. Harapannya, sarana prasarana semakin memadai sehingga Polimat mampu naik kelas dan terus mencetak lulusan yang unggul,” tegas Mery.

Lebih jauh, Mery mengingatkan, para wisudawan agar tidak cepat berpuas diri dengan gelar akademik yang diraih. Di era transformasi digital, lulusan dituntut untuk terus mengasah keterampilan teknis maupun soft skill, adaptif, serta berani mengambil peluang untuk menjadi agen perubahan.

“Kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, ilmu serta keterampilan yang didapatkan selama di bangku kuliah harus benar-benar diimplementasikan secara nyata. Jangan ragu berinovasi dan jadilah pencipta lapangan kerja baru bagi masyarakat Barito Utara,” imbuhnya memotivasi.

Sebagai penutup, ia mendorong terwujudnya sinergi triple helix yang lebih erat antara pihak kampus, sektor industri, dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini dinilai krusial agar kurikulum pendidikan selalu selaras dengan dinamika industri terkini, sehingga serapan tenaga kerja lokal dapat maksimal.

“Kita ingin melahirkan generasi muda daerah yang tidak sekadar mengandalkan gelar ijazah, tetapi siap menjadi garda terdepan dalam memutar roda perekonomian daerah secara mandiri,” pungkasnya. (bn/ko)