Jembatan Komposit Luwe Hilir Rampung, Akses Warga Barito Utara Segera Lancar

oleh
oleh
Wujud fisik Jembatan Luwe Hilir di Kecamatan Lahei Barat yang kini telah memasuki tahap PHO atau serah terima pertama, baru-baru ini.
Wujud fisik Jembatan Luwe Hilir di Kecamatan Lahei Barat yang kini telah memasuki tahap PHO atau serah terima pertama, baru-baru ini.

MUARA TEWEH, Kaltengonline.com – Pembangunan infrastruktur penunjang akses masyarakat di Kabupaten Barito Utara terus dikebut. Terkini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat merampungkan tahapan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pertama proyek jembatan dan jalan pendekat di Desa Luwe Hilir, Kecamatan Lahei Barat. Rampungnya tahapan ini, menandai konstruksi jembatan telah tuntas dan siap dioperasikan.

Jembatan anyar tersebut, dibangun menggunakan konstruksi komposit tangguh yang terbagi dalam dua bentang dimensi, yakni 12 x 6 meter dan 2,3 x 6 meter. Struktur modern ini, dirancang jauh lebih kokoh dan tahan lama guna menggantikan jembatan darurat, berkonstruksi kayu yang selama ini menjadi tumpuan akses warga Desa Luwe Hulu dan Luwe Hilir.

Sebelumnya, mobilitas masyarakat di dua desa tersebut kerap terhambat, terutama saat musim penghujan ketika debit air sungai sedang tinggi. Kini, kelancaran lalu lintas dan keselamatan warga dipastikan jauh lebih terjamin berkat infrastruktur yang representatif.

Bupati Barito Utara, H Shalahuddin ST MT menegaskan, setiap pembangunan fisik dari pemerintah daerah harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Konektivitas antardesa yang kuat diyakini bakal menggenjot perputaran roda perekonomian akar rumput.

“Melalui tahapan PHO ini, kami memastikan hasil pekerjaan telah diperiksa sesuai standar sebelum dimanfaatkan publik.

Kami berkomitmen penuh mengawal Program Gaspol 11.12 agar kelancaran akses ini benar-benar membawa manfaat bagi kesejahteraan warga,” tegas bupati, belum lama ini.

Senada dengan hal itu, Plt Kepala Dinas PUPR Barito Utara, H Rody ST M MIP menjelaskan PHO merupakan instrumen wajib untuk menguji kualitas dan spesifikasi teknis proyek, sebelum diserahkan kepada masyarakat.

“Kami memastikan seluruh spesifikasi terpenuhi sehingga jembatan benar-benar layak dan aman. Ini adalah wujud tanggung jawab kami dalam menghadirkan infrastruktur yang berkualitas tinggi,” beber Rody.

Kehadiran Jembatan Luwe Hilir ini diharapkan, tidak hanya memecah kebuntuan mobilitas, tetapi juga mengakselerasi aktivitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Kelancaran distribusi angkutan barang maupun hasil pertanian warga kini tak lagi menjadi kendala. (ren/ko)