Pemkab Barsel Salurkan Bantuan Bedah Rumah untuk 90 Warga dan Bangun 20 Rumah Korban Bencana

oleh
oleh
Disperkimtan Kabupaten Barito Selatan menyerahkan secara simbolis bantuan hunian kepada warga yang terdampak bencana, baru-baru ini.
Disperkimtan Kabupaten Barito Selatan menyerahkan secara simbolis bantuan hunian kepada warga yang terdampak bencana, baru-baru ini.

BUNTOK, Kaltengonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Selatan (Barsel), mengalokasikan bantuan perumahan berskala besar pada Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 90 unit hunian direhabilitasi melalui program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sementara 20 unit rumah baru dibangun khusus untuk warga yang menjadi korban bencana alam.

Kepala Disperkimtan Barsel, Ir Muhammad Taufik, melalui Kepala Bidang Perumahan Rakyat, Eddy Hariyadi, memastikan eksekusi program bedah rumah tersebut sudah berjalan.

Saat ini, tahapan pengerjaan di lapangan telah memasuki fase penyaluran material bangunan ke lokasi sasaran.

“Percepatan kegiatan bedah rumah ini sudah kami laksanakan sejak September lalu. Progres di lapangan saat ini sedang dalam tahapan proses penyelesaian,” kata Eddy kepada awak media, Senin (2/11).

Eddy menjelaskan, bantuan RTLH bersumber dari dana hibah APBD Barsel yang menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Kuota 90 unit ini disebar ke sejumlah desa dan kelurahan, dengan fokus utama di wilayah Kecamatan Dusun Selatan dan sebagian Kecamatan Gunung Bintang Awai.

Sementara itu, alokasi 20 unit rumah baru dikhususkan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

“Selain bedah rumah untuk MBR, pemerintah daerah juga mengucurkan hibah pembangunan 20 unit rumah bagi warga di Kecamatan Dusun Selatan yang permukimannya terdampak bencana, khususnya korban tanah longsor,” papar Eddy.

Melalui kucuran bantuan fisik ini, Pemkab Barsel berhara, para penerima manfaat dapat kembali menata kehidupan mereka di lingkungan yang representatif.

“Kami berharap realisasi program ini benar-benar membantu warga berpenghasilan rendah maupun korban bencana agar mereka kembali memiliki hunian yang sehat, aman, nyaman, dan layak huni,” pungkasnya. (ena/ko)